Bolehkah I'tikaf di Musholla atau dalam rumah?

I'tikaf di Musholla dan Rumah

Bolehkah i'tikaf di Musholla atau dalam rumah - Menurut pendapat dari madzhab Imam Syafi'i bahwa rukun i'tikaf ada 4. Yaitu:

Mu'takif/orang yang i'tikaf,
Masjid,
Niat,
diam walaupun sebentar.

Dari Masing-masing keempat rukun tersebut, punya syarat-syarat tersendiri.

Apakah boleh i'tikaf dalam rumah?

Jawabannya "tentu tidak boleh (tidak sah)"

Dalam syarat yang disebutkan di atas bahwa Masjid merupakan rukun i'tikaf sehingga apabila seseorang melakukan i'tikaf di dalam rumah maka hukumnya tidak sah. Sahnya i'tikaf adalah apabila dilakukan di dalam masjid. Baik laki maupun perempuan.

Bagaimana kalau di dalam rumah tersebut ada kamar khusus (mihrob) untuk  salat atau beribadah?

Hukumnya tetapi tidak sah walaupun di dalam ruangan tersebut ada kamar khusus (mihrab) untuk salat atau beribadah.

Alasannya adalah karena kamar khusus untuk shalat tersebut bisa saja berubah Jadi kamar lain yang bukan khusus untuk sholat. Di samping itu, orang junub boleh berdiam diri dan duduk santai di Tempat khusus tersebut.

Berbeda halnya dengan masjid yang memang di khususkan untuk shalat dan beribadah. Dan orang junub tidak diperkenankan untuk berdiam diri didalam masjid.

Hal ini berdasarkan firman Allah:
ﻭﻻ ﺗﺒﺎﺷﺮﻭﻫﻦ ﻭﺃﻧﺘﻢ ﻋﺎﻛﻔﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟد ‏ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : ١٨٧

Ayat tersebut di atas memberi pengertian bahwa masjid adalah syarat sah nya i!tikaf, bukan syarat pelarangan jima'. Karena orang yang sedang beri'tikaf dilarang berjima' di bagian dalam masjid maupun di bagian luarnya.

Melakukan I'tikaf boleh di setiap masjid. Akan tetapi i'tikaf di masjid jami' (masjid yang dibuat jumatan) hukumnya lebih utama Dan lebih afdhol.

Di negara-negara arab, penyebutan masjid beda dengan negara kita di Indonesia. kita di indonesia menyebut tempat sholat selain masjid jami', kita sebut dengan sebutan musholla/langgar/tajug atau surau.

Berbeda dengan di arab. Semua tempat sholat, semua namanya masjid. Yang membedakan hanyalah masalah dibuat untuk sholat jum'at (jumatan) atau tidak. kalau digunakan untuk jumatan, maka namanya masjid jami!. Sedangkan masjid yang tidak digunakan untuk sholat jum'at (jumatan) namanya masjid furudh (masjid yang hanya digunakan untuk sholat-sholat fardhu selain jumat).

Nama furudh ini, kalau di Indonesia bisa dikatakan Musholla. Nah dari penjelasan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa sah hukumnya i'tikaf di musholla/langgar/tajug ataupun surau, hanya saja yang lebih afdhol adalah i'tikaf dimasjid jami'.
Jadi, kalau mau sholat di rumah, tahajjud, munajat dan berkholwat ya silahkan, akan tetapi hal itu tidak dikatakan i'tikaf secara syar'i.

Banyak Yang Baca Juga:

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments