Hukum Foto dan Hukum Memajangnya?

Status Hukum Foto

Hukum memajang Foto - Sekarang ini banyak sekali orang yang mengabadikan moment indah dirinya dengan berfoto ria, baik melalui kamera atau pun melalui smartphone miliknya, lalu hasil foto tersebut di upload ke media sosial miliknya.

Pertanyaan

1. Bagaimana hukum foto?
2. Bagaimana hukum memajang foto?
3. Dan bagimana foto yang di bolehkan?


Jawaban 1, 2 dan 3:

Fotografi dari segi prosesnya adalah merupakan tangkapan sinar yang mana hal ini tidak bisa diserupakan dengan menggambar/melukis dengan tangan.

Gambar yang dihasilkan dari foto dan video recorder itu tidak ada unsur penciptaan dan menggambar makhluq yang bernyawa di dalamnya, namun hanyalah menangkap dan memindahkan obyek atau bayangan suatu benda lalu menempatkannya di tempat lain, dengan bantuan infra merah pencahayaan, yang dianalogikan sebagaimana gambar pada cermin, tidak ada yang mengatakan bahwa gambar yang terdapat di dalam cermin tersebut haram hukumnya. Sebab, tidak ada unsur penciptaan.[1]

Maka diperbolehkan (termasuk memajangnya), dengan catatan selama foto itu baik, tidak berupa gambar-gambar negatif yang menimbulkan fitnah (ketertarikan hati untuk melakukan zina atau pendahuluannya dan mengundang orang lain untuk berkomentar yang yang negatif pula).[2]

Referensi

[1] Rawai'ul Al Bayan, Tafsir ayatul ahkam, juz 2, hal 415
- روائع البيان، تفسير ايات الأحكام من القرآن، محمد علي الصابوني، طبعة: مكتبة الغزالي، - ج 2، / ص: 415

حكم التصوير _الفوتو غرافي
يرى بعضُ المؤتأخرين من الفقهاء أنّ التصوير الشمسي (الفوتوغرافي) *لا يدخل في "دائرة التحريم" الذي يشمله التصوير باليد المحرّم، وأنّه لا تتناوله النصوص النبوة الكريمة التي وردت في تحريم التصوير، إذ ليس فيه (مضاهاة) أو مشابهة لخلق الله، وأنّ حكمه حكم الرقم في الثوب المستثنى بالنص

[2] Al-fiqhul Islami Wa Adillatuhu, juz 4, hal 224
 الفقه الإسلامي وأدلته - الجزء الرابع / ص: 224

أما التصوير الشمسي أو الخيالي فهذا جائز، ولا مانع من تعليق الصور الخيالية في المنازل وغيرها، إذا لم تكن داعية للفتنة كصور النساء التي يظهر فيها شيء من جسدها غير الوجه والكفين، كالسواعد والسيقان والشعور، وهذا ينطبق أيضا على صور التلفاز  . وما يعرض فيه من رقص وتمثيل وغناء مغنيات، كل ذلك حرام في رأيي


Lihat juga Tausyikh ala ibnu Qosim

 توشيح على ابن قاسم - ص: 197

الفتنة هي ميل النفس ودعاؤها إلى الجماع أو مقدماته والشهوة هو أن يلتذ بالنظر


Banyak Yang Baca Juga:

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments