Keistimewaan Surat Yasin dan Kandungan Ayatnya

Surat Yasin


Keistimewaan Surat Yasin - Di Indonesia, membaca surat yasin setiap malam jumat sudah menjadi rutinitas di kalangan orang-orang nahdliyyin (NU). Hal ini bukan tanpa alasan, karena surat yasin (ﻳﺲ ) sejatinya surat yang paling ampuh digunakan untuk melawan syetan, menepis keraguan iman, menangkal rasa was-was dan juga termasuk surat yang bisa digunakan sebagai wasilah untuk memenuhi hajat.

Surat Yasin disebut juga hati Alquran. Surat Yasin terdiri dari 83 ayat, yang di dalamnya mencakup berbagai ilmu dan hal-hal penting lainnya.


Isi kandungan Surat Yasin


Kandungan surat Yasin membicarakan tentang Akidah, Nubuwwat dan sam'iyyat. Dalam surat Yasin juga Sarat dengan ilmu syariat dan hakekat. Bahkan kandungan surat yasin juga menjelaskan tentang kehidupan di alam barzakh, tarbiyah dan suluk serta adab, amar ma'ruf nahi mungkar.

Dalam surat Yasin terdapat pula penjelasan mengenai kisah Nabi Muhammad yang selamat dari kepungan orang-orang kafir Quraisy. Bahkan musuh-musuh nabi yang menginginkan nabi terbunuh pada malam itu adalah dari bangsa jin dan manusia.

Kisah ini sangat fenomenal sekali karena berhubungan dengan peristiwa hijrah Nabi ke Madinah. Ketika Nabi Muhammad hendak keluar dari rumah, Nabi Muhammad membaca surat Yasin dari ayat 1 sampai ayat 10 :

ﻭﺟﻌﻠﻨﺎ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﺳﺪّﺍً ﻭﻣﻦ ﺧﻠﻔﻬﻢ ﺳﺪّﺍً ﻓﺄﻏﺸﻴﻨﺎﻫﻢ ﻓﻬﻢ ﻻ ﻳﺒﺼﺮﻭﻥ

Dengan membawa semacam kantong yang berisi debu (pasir), lalu nabi menaburkan pasir-pasir debu tersebut di depan para musuh yang sedang mengepung rumah Baginda Nabi. Keajaiban yang terjadi adalah semua orang (musuh Nabi SAW) tidak ada satupun yang dapat melihat Nabi Muhammad SAW, mereka semua laksana orang buta.

Dalam riwayat yang lainnya, mereka semua tertidur. Bahkan catatan sejarah mengatakan bahwa mereka (para musuh Nabi) yang terkena debu pada malam itu, mati dalam perang badar.

Di antar musuh Nabi (Kaum musyrikin) yang berkumpul dan mengepung rumah Nabi Muhammad pada malam itu, diantaranya adalah para Abu jahal (dedengkot), Al Hakam bin Abil 'Ash, 'Uqbah bin Abi mu'ith, An-Nadhr bin Al-Harits, Umayyah bin Kholaf, Ibnul Ghoitholah, Zam'ah bin Al-Aswad, Tho'imah bin 'Ady, Nabih dan Munabbih (kakak beradik putra Al Hajjaj), Abu Lahab dan Ubay bin Kholaf.[1]


Kisah diatas populer dan banyak ditulis diberbagai kitab sejarah.

Bahkan Iblis La'natulloh 'alaih, juga tak dapat berkutik dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika Nabi Muhammad SAW keluar rumah dan meninggalkannya. Sosok Nabi Muhammad tak mampu dilihat oleh siapapun yang mengepungnya malam itu, termasuk Iblis La'natulloh 'alaih beserta para kroninya dari kalangan jin. Semua mata dibutakan. Para kaum musyrikin (kafir quraisy) malam itu berencana untuk membunuh Nabi Muhammad SAW, karena sebelumnya mereka telah merapatkannya di Dar An-nadwa. Bahkan, dalam rapat tersebut Iblis laknatullah ikut serta dengan menyerupai seorang lelaki tua dari Najd.[2]

Dari ayat di atas, kita bisa bertabarruk untuk diri kita sendiri agar terlindungi dan terjaga dari musuh.

Pembahasan mengenai dunia flora dan fauna serta alam bawah laut juga di jelaskan dalam surat yasin. Tidak hanya itu saja, bahkan ilmu falak, ilmu astronomi, pemakmuran alam, hukum alam dan kausalitas,surga neraka,'alamul khofiyyat dan dzohiriyyat dan alam malakut.

Dalam surat Yasin, terdapat kandungan berbagai rahasia dan misteri yang sampai saat ini masih belum bisa dijangkau oleh akal manusia. Karena keagungan dan kedahsyatan surat Yasin inilah pada akhirnya surat Yasin mempunyai tempat istimewa dihati kaum muslimin (terutama di Indonesia dari kalangan Nahdliyyin 'NU').


Tradisi Yasinan


Di negara Indonesia banyak orang Islam yang menjadikan surat yasin sebagai bacaan favorit, Di samping itu mereka juga tidak melupakan surat-surat yang lainnya.

Bahkan, baik di kampung atau di perkotaan, banyak kaum muslimin di Indonesia yang mendirikan jam'iyyah Yasinan. Yang pasti tujuan utamanya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta menjadikannya sebagai wasilah sehingga kaum muslimin di Indonesia menjadikan Surat Yasin sebagai bacaan rutin setiap jumat. Sudah pastinya mereka menyertakannya dengan bacaan surat-surat yang lainnya, dzikir dan doa.

Alangkah tidak elok sekiranya ada beberapa golongan orang tertentu yang mengolok-olok Bahkan seolah-olah mereka merendahkan Dan menganggap buruk kepada saudaranya yang sesama muslim yang mengistiqomahkan membaca surat Yasin pada malam Jumat.

Bagi mereka yang suka mengolok-olok saudaranya yang mengistiqomahkan membaca surat Yasin  pada malam Jumat atau pada malam-malam lainnya, Anda bisa cek hadits shohih berikut ini, yaitu sebuah peristiwa ketika Baginda Nabi Muhammad SAW ditanya tentang amal apa yang paling dicintai Allah?

Nabi SAW Menjawab:

ﺃﺣﺐ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺩﻭﻣﻬﺎ ﻭﺇﻥ ﻗﻞّ

"Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dimudawamahkan atau diistiqomahkan walaupun (jumlah amal) itu sedikit".

Bagi saudara-saudara muslim yang masih dan selalu istiqomah dalam membaca dan mengamalkan surat Yasin, mantapkan hati kalian dan tetaplah terus membaca surat Yasin (yasinan).
Allah menyukai amal kalian ini wahai saudaraku, sebagaimana sabda baginda Nabi Muhammad SAW di atas.

Referensi


[1] Anda bisa lihat penjelasan lebih lengkapnya dalam Siroh Nabawiyyah 3/8-9, Tarikh Thobary 1/567, Ar Roudh Al 'unf karya As Suhaily 2/309, Tafsir Thobary 9/227, Al Kâmil fi At Tarikh karya Ibnu al Atsir 2/3-4, Ats Tsiqôt 1/115, Al Bad-u wa At Tarikh 4/170.
Lihat juga dalam kitab Fathul Bary 7/236, At Tuhfatul Latifah fii tarikh Al Madinah Asy Syarifah 1/13-14, Al Khosho-ish Al Kubro 1/304-305.
[2] Anda bisa cek penjelasannya dalam kitab As-siroh li Ibni Ishak 3/8-9 dan juga dalam kitab Ath Thobaqôt Al Kubronya 1/227-228 li Ibni As-Sa'd


Banyak Yang Baca Juga:

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments