Keutamaan Menyambung Tali Silaturrahim

Fadhilah Silaturrahim


Ajaran syariat Islam memerintahkan kepada kaum muslimin untuk selalu menjaga kebersamaan, sehingga membentuk sebuah komunitas yang rukun, aman, tentram serta penuh kasih sayang dan rasa cinta antara sesama muslim dan saling membantu satu sama lain

Idealnya Kehidupan harmonis tersebut bisa tercapai dengan beberapa cara, salah satunya adalah melalui media Silaturahim.

Pada dasarnya silaturahim adalah menyambung kembali hubungan kekerabatan yang pernah terputus. Namun dalam skala yang lebih luas pesan moral yang dibawa oleh ajaran Islam adalah harapan agar tidak saling bercerai-berai dan terpecah-belah.

Manfaat dari silaturahim atau saling mengunjungi satu sama lain akan membawa dampak positif bagi semua hubungan yaitu mendekatkan rasa persaudaraan, kesamaan ikatan dalam emosional, dan merasa saling membutuhkan dalam Kancah agent socity di dalam kehidupan bermasyarakat

Islam sangat mengapresiasi sebuah kebaikan, contoh kecilnya adalah tersenyum. Tersenyum di hadapan orang lain, dalam ajaran Islam sudah dicatat sebagai shodaqoh (berpahala). Hal ini menunjukkan agar di antara sesama orang muslim, kita diperintah untuk selalu saling menebarkan kasih sayang, menebarkan kebaikan dan saling memberi rasa aman dan ketenangan.

Bahkan dalam ajaran Islam ada sebuah jaminan bagi orang yang selalu menyambung hubungan Silaturahim, jaminan tersebut adalah kemudahan dalam urusan rezeki dan juga keberkahan umur kehidupan. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh RA, beliau berkata: Aku mendengar Kanjeng Nabi SAW bersabda:

ﻣﻦ ﺳﺮﻩ ﺃﻱ ﻳﺒﺴﻂ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺭﺯﻗﻪ ﻭﺃﻥ ﻳﻨﺴﺄ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺃﺛﺮﻩ ﻓﻠﻴﺼﻞ ﺭﺣﻤﻪ )). ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ )).
ﻗﻮﻟﻪ " ﻳﻨﺴﺄ " ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻳﺆﺧﺮ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺃﺟﻠﻪ ﻭﻳﺰﺍﺩ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻋﻤﺮﻩ .

"Barang siapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka perbanyaklah (menjalin hubungan) silaturrahim".
(HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam hadis di atas  terdapat penjelasan tentang umur yang panjang (dipanjangkan umurnya). Terdapat dua pendapat mengenai makna dari umur yang panjang dalam hadis tersebut. Sebagian ulama memberi makna secara hakiki yaitu umurnya memang dipanjangkan. Sebagian ulama yang lain memberikan makna panjangnya umur secara majazi, artinya umurnya menjadi berkah (penuh dengan keberkahan).

Di dalam hadis yang lain yang diriwayatkan Dari Ibnu Abbas RA, Kanjeng Nabi SAW bersabda:

ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻮﺭﺍﺓ : ﻣﻦ ﺃﺣﺐ ﺃﻥ ﻳﺰﺍﺩ ﻓﻲ ﻋﻤﺮﻩ ﻭﻳﺰﺍﺩ ﻓﻲ ﺭﺯﻗﻪ ﻓﻠﻴﺼﻞ ﺭﺣﻤﻪ، ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺰﺍﺭ ﻭﺍﻟﺤﺎﻛﻢ
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ : ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ

"Tertulis dalam taurot : Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya, ditambah rezekinya maka perbanyaklah (menyambung tali) silaturrahim".
(HR. Al-Bazzar dan Al Hakim).
Imam Hakim berkomentar : Hadits ini Shahih sanadnya.

Dalam hadis yang lain  yang diriwayatkan Dari Sayyidina Ali bin Abi Tholib RA, Kanjeng Nabi SAW bersabda:

ﻣﻦ ﺳﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻤﺪ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻋﻤﺮﻩ ﻭﻳﻮﺳﻊ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺭﺯﻗﻪ ﻭﺗﺪﻓﻊ ﻋﻨﻪ ﻣﻴﺘﺔ ﺍﻟﺴﻮﺀ ﻓﻠﻴﺘﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻴﺼﻞ ﺭﺣﻤﻪ، ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺰﺍﺭ
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﺪﻣﻴﺎﻃﻲ : ﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ

"Barang siapa ingin dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya nya dan dijaganya dari su'ul khotimah, maka takutlah kepada Allah dan perbanyak silaturrahim". (HR. Al-Bazzar).

Dari sekelumit penjelasan di atas, kita sebagai orang muslim, mari kita jaga dan lestarikan menyambung tali silaturrahim di antara kita. Melestarikan silaturahmi dengan menyambung yang terputus, mendekatkan yang jauh, mempererat yang renggang, menyuburkan hati dengan benih cinta dan kasih sayang antar sesama.

Banyak Yang Baca Juga:

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments