Bukan Nikmat Allah Yang Kurang, Tapi Rasa Syukur Kita Yang Kurang

Nikmat & Syukur

Bukan Nikmat Allah Yang Kurang, Tapi Rasa Syukur Kita Yang Kurang - Setiap hari kita bisa bernafas, melihat, mendengar dan lain sebagainya, sesungguhnya semua itu adalah nikmat dari Allah yang harus kita syukuri, karena itu semua adalah rezeki dari Allah.

Akan tetapi, kebanyakan dari kita terlalu sempit memberikan definisi makna rezeki. Sehingga Ketika keuangan kita sedang sempit dan usaha tidak lancar, kita mengkategorikan bahwa rezeki kita sedang sempit.

Andai kata kita mau membuka mata, sesungguhnya di belahan bumi sana masih banyak orang yang tidak se-beruntung kita, baik secara fisik, maupun secara penghasilan.

Mungkin diantara kita ada yang bersedih hati karena lauk-pauk makan siang/malam-nya cuma tahu-tempe, ikan asin, dan beberapa jenis masakan sederhana dan ala kadarnya. Padahal di belahan bumi sana masih banyak orang yang mengharapkan bisa makan walaupun hanya sesuap nasi belaka tanpa lauk-pauk.

Saudara-saudariku semua, Lihat dan perhatikan orang-orang di sekitarmu, sesekali bergabunglah bersama orang fakir miskin, anak-anak terlantar, dan makanlah bersama mereka. Kalau kamu mau begitu, maka dalam hatimu akan timbul rasa syukur atas karunia-Nya yang telah dilimpahkan padamu.

Kita terlalu banyak menuntut kepada Allah atas apa yang tidak kita dapatkan, sehingga kita lupa atas apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rosul-Nya kepada kita.
Maka dari itu, Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada umatnya untuk selalu melihat orang yang (tingkatannya) sebawahnya,

إذا رأى أحدكم مَنْ فوقه في المال والحسب فلينظر إلى من هو دونه في المال والحسب

"Apabila salah seorang diantara kalian melihat orang lain yang harta dan kedudukannya lebih tinggi darinya, maka lihatlah orang yang kedudukannya berada di bawahnya"
(HR. Ibnu Hibban).

Dan juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim Rasulullah bersabda:

انظروا إلى من أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم؛ فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله

Perhatikanlah orang yang kedudukannya (ekonominya) berada di bawah kalian, dan janganlah kalian perhatikan orang yang kedudukannya (ekonominya) berada di atas kalian. Niscaya hal tersebut akan membuat kalian semua tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepada kalian.
(HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga kita semua dijadikan sebagai hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.

Banyak Yang Baca Juga:

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments