Akulah sang PECINTA

Aku lah sang PECINTA tak berpijak dan tak terkait dan tak bersandar
Tapi ku selalu tetap berlayar dari mimpi ke mimpi
Dari ilusi ke alusi
Menyibak riak-riak kecil Samudra Indahnya Ketulusan CINTA yang tak bertepi

Aku lah si Pecinta yang mengarungi mimpi
Hilang arah didalam samudera Hasrat dan rasa kian lepas tak beralas
Lelah ku menerjang badai gejolak inti kerahasia,an yang memecah disegala sisi-sisi dataran jiwa yg belai Keabadian CINTA

Rela ku menahan debar sang jiwa demi kabar yang masih dalam samar tak terurai Kini seakan Aku terhanyut dalam gulungan ombak Asmara serta Badai kerinduan yg hakiki
Tiada penolong melainkan diriku sendiri yg menyendiri

Hingga tersadarlah diriku sembari menyekat seribu tanya
Dalam bejana hati

OH...Tempat apakah ini...???
Serasa asing tak pernah ku temui
Tiada yg maujud
Tiada yg bernama
Tiada yg bergerak
Tiada bersifat
Melainkan hidup sendiri

Aku berjalan menuju mercusuar keagungan Mahligai KEABADIAN CINTA demi mengaitkan jarak yang ku tempuh
Namun semua sia sia karna rasakan gettar pekkatnya naluri kerahasia,an hati yg menerima inti Cahaya Cinta dlm keimanan

KEMANA PUN ARAH WAJAHKU HADAPKAN DISITULAH KEMUTHLAQKAN DZAT YG AMAT MAHA TUNGGAL LAGI MAHA SUCI DARI SEGALA SIFAT-SIFAT MAKHLUKNYA
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments