Henny’s Kitchen Sambal Khas yang Mendunia

Henny’s Kitchen Sambal Khas yang Mendunia - Makan kalau tidak pakai sambal rasanya pasti tidak pas. Nah bicara soal sambal, ini ada sebuah merek sambal khas Indonesia yang telah menembus pasar Amerika, namanya Henny’s Kitchen.  Awal mula sambal buatan ibu HennyPriastuti ini mulai dikenal banyak orang saat dirinya hijrah ke negara paman Sam di tahun 1998.



Henny bersama suaminya Andi Hutomo kembali mencoba peruntungan dengan membuka bisnis kuliner di Amerika Serikat. Sebelumnya mereka pernah membuka bisnis yang sama sewaktu masih tinggal di Jakarta. Membuka bisnis apalagi di negeri orang memang tidak mudah. Kondisi ini yang membuat mereka harus berpikir keras sebelum membuka bisnis kuliner disana. Kuliner Indonesia memiliki rasa yang khas dan belum tentu cocok dengan lidah orang Amerika.

Berkat menjalin silaturahmi yang baik dengan sesama warga pendatang, Henny akhirnya mulai mendapatkan banyak pelanggan. Kondisi ini dimulai saat Henny berkenalan dengan Eunice Veasey yang juga orang Indonesia.

Eunice yang bersuamikan orang Amerika membantu Henny memperkenalkan Bisnis Kuliner Khas Indonesianya ke banyak penduduk lokal. Eunice memang suka hal-hal yang berbau masakan. Apalagi masakan khas Indonesia. Semasa kecilnya di Indonesia,  Eunice banyak menghabiskan waktu untuk memasak dan membuat kue bersama ibunya. Akhirnya Henny dan Eunice pun menjadi rekan kerja yang kompak.

Awal mula Henny’s Kitchen

Bisnis katering kecil-kecilan dilakoni Henny beserta suami dan kawan barunya Eunice. Mereka melakukan promosi melalui media online dan mulai memperkenalkan kuliner khas Indonesia ke beberapa komunitas-komunitas sekitar. Setelah lama berjalan, bisnis ini pun diberi nama Henny’s Kitchen.

Bisnis kuliner Henny’s Kitchen mulai mendapatkan tempat di hati penduduk setempat dan yang menjadi salah satu daya tariknya adalah sambal yang di buat Henny. Banyak pelanggan yang secara khusus memintanya untuk mereka simpan dirumah. Sejak saat itu Henny mulai memproduksi massal sambal khas buatannya dalam bentuk kemasan.

Varian Sambal Henny’s Kitchen

Sambal hennys kitchenAda 7 macam sambal yang Henny’s Kitchen produksi yaitu  sambal bali, sambal bajak, sambal ijo, sambal rica-rica, sambal gado-gado,sambal rendang dan sambal terasi. Kesemuanya adalah sambal khas Indonesia. Membuat sambal-sambal ini tidak mudah, tantangannya adalah bahan-bahan baku yang harus didatangkan dari Indonesia untuk tetap mempertahankan keasliannya.

Jarak tempuh yang jauh tentunya akan membutuhkan ongkos pengiriman yang tidak sedikit. Padahal namanya saja baru membuka usaha, tentu dana yang mereka punyai tidak banyak. Untunglah suami Henny, Andi Hutomo punya banyak teman yang berkecimpung di dunia agrobisnis di Indonesia. Andi Utomo pun langsung menghubungi mereka via online.

Tidak berhenti disitu, Andi utomo pun telah mendaftarkan sambal kemasan khas Indonesia mereka ke atase perdagangan Indonesia yang berada di Amerika. Sambutan yang baik pun mereka terima. Bahkan pihak atase bersedia menjadi pengasuh dari bisnis Henny’s Kitchen. Bantuan atase perdagangan Indonesia sangat dirasakan oleh Henny. Lewat tangan atase perdagangan, Sambal Henny’s Kitchen berhasil mendapatkan sertifikat halal dari Lembaga Islamic Center setempat dan juga mendapat sertifikat dari badan FDA, semacam BPOM di negara kita.

Kunci Sukses Sambal Henny’s Kitchen

Kunci kesuksesan produk Sambal Henny’s Kitchen adalah rasanya yang otentik dijaga kualitas bahannya, sehat dan tentunya memiliki rasa yang enak. Sambal ini pun tidak diberi pengawet. Rahasianya adalah bahan yang digunakan harus baik dan waktu memasaknya yang cukup lama agar sambal tidak cepat rusak.

Bersunguh-sungguh dalam berusaha akan membawa kita dalam kesuksesan. Apakah anda siap menjadi pengusaha sukses?

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information