Tuhan Itu Memang Ada

Suatu ketika seorang teman (yang pernah saya ceritaka di “Emang Hidup Kaya Gini“) mengalami kejadian yang luar biasa. Ditengah himpitan kesulitan yang dihadapinya…. tiba-tiba istrinya masuk  Rumah Sakit untuk melahirkan (padahal usia kandungannya belum sembilan bulan).

Setelah diperiksa, dokter memastikan bahwa proses kelahiran tidak akan lama lagi. Dokter itu pun menyarankan, agar istri teman saya dimasukan ke kamar perawatan.

“Mbak  ada kamar yang kosong ?”, tanya teman saya di bagian rawat inap.

“Sebentar yah pak…. saya lihat dulu”, jawab pegawai rumah sakit dengan ramah.

“Maaf Pak… mau masuk kamar kelas berapa ?” tanya pegawai Rumah Sakit

“Kelas dua ajah deh mbak…”, ucap teman saya setelah melihat biaya perawatan yang ada di hadapannya.

“Wah maaf Pak…. yang tersisa tinggal kamar kelas VIP dan kelas III”, jelas si perawat.

Teman saya terdiam. “Kelas VIP ajah deh mbak !”, teman saya memutuskan. Ia berpikir, masa tidak ada temannya yang mau ngasih utangan.

“Baik pak… silahkan diisi formulir rawat inapnya ”

Teman saya mengambil pulpen dan mengisi formulir yang disodorkan kepadanya.

“Mbak… maaf untuk uang mukanya saya ambil uang dulu di ATM”.

“Baik pak…. “, jawab si perawat.

Teman saya kemudian menemui istrinya yang ada di ruang perawatan.

“Masuk kamar kelas berapa pah ?”, tanya istrinya.

“Kelas VIP !”, jawab teman saya sambil tersenyum.

“Hah….. gimana bayarnya ?”, bisik istrinya pelan.

“Udah tenang ajah…. “, teman saya mengusap tangan istrinya, “Gue pergi dulu sebentar yah ”
Istrinya tersenyum sambil menganggukan kepala.



Kisah inspiratif tentang makna kehidupan

Sekeluarnya dari rumah sakit, teman saya segera masuk kedalam mobil. Ia mengambil handphone dan coba menghubungi beberapa temannya.

Jam waktu itu menunjukan pukul sembilan pagi. Dan saat itu, ia betul-betul tidak punya uang sama sekali.

Satu persatu teman dihubunginya.  Jawabannya nyaris sama semuanya.  Tak ada seorangpun yang bersedia meminjamkan uang kepadanya.

Teman saya terdiam.

Waktu terus berjalan. Beberapa kiriman SMS belum ada jawaban.

Jam sebelas… teman saya menyerah.

Matanya mulai berkaca-kaca.

Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah berdoa.

Jam setengah dua belas, HP-nya tiba-tiba berbunyi.

“Kemana ajah bos…. dari tadi gue teleponin sibuk banget” terdengar suara seorang laki-laki.

“Mampus dah gue”, pikir teman saya. Rupanya yang menelepon adalah salah satu temannya yang pernah minta tolong sama dia… dan konyolnya hingga saat itu kerjaan itu belum diselesaikan oleh teman saya.

“Bos… kerjaan gue gimana… ?”, tanya lelaki yang menelpon

“Udah hampir selesai bos…. lagi gue rapiin”, ucap teman saya.

“Ah payah lo… kerjaan gue ga dikerja-kerjain….”, laki-laki di ujung sana tampak kesal.  Teman saya hanya bisa pasrah mendengar omelan temannya. Teman saya minta maaf dan berjanji untuk mengantarkan pekerjaan itu besok lusa. Dia tidak menjelaskan kepada temannya bahwa saat itu ia ada di rumah sakit.

“Ya udah deh… sekarang lo smsin no rekening lo.. kayanya kalo engga ditransfer duluan kerjaan gue ngga diapa-apain sama elo !”

“Gak usah bos… entar aja kalo udah kelar “, teman saya berusaha menolak karena engga enak.

“Gak apa-apa… lo smsin sekarang. Soalnya hari ini gue mau ke luar kota. Besok kalo udah jadi, lo anterin kerjaannya ke sekretaris gue”.

Teman saya dengan terpaksa mengirimkan sms yang berisi nomor rekeningnya.

Setengah jam kemudian, HP teman saya kembali berbunyi. Dilayar terdapat sebuah pesan baru dari teman yang tadi meneleponnya.

“Gue udah transfer ke rekening lo 7,5 juta. Kerjain yeh jangan sampai engga”

“Baik bos.Terima kasih banyak”, ia membalas sms temannya.

Teman saya terdiam tidak bisa berkata apa-apa.

Pelajaran bagi saya :

Saat manusia tidak lagi bisa berbuat apa-apa, Tuhan seringkali mengulurkan tangan dengan cara yang luar biasa.

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments