Inilah Hidup, Roda Nasib Selalu Berputar

Beberapa waktu lalu, saya ketemu seorang temen. Dulunya dia kerja di salah satu instansi pemerintah. Namun suatu saat – entah kenapa – ia mutusin buat berhenti. Bahkan saking niatnya… saat teman-temannya nasehatin agar dia membatalkan aksinya… ia malah nulis surat ke Menteri (tempatnya berdinas) dan mengajukan permohonan berhenti.

Akhirnya SK Pemberhentian pun diterima teman saya.

Berbekal keyakinan – dan otak yang sedikit ndableg – temen saya buka usaha. Kaga tanggung-tanggung, ia terjun ke bisnis media. Bulan pertama…. ia rugi sekian puluh juta…. bulan kedua, ia rugi puluhan juta. Berbulan-bulan kemudian, ia juga masih rugi puluhan juta. Kalo dikumpul-kumpul, duitnya bisa dipake buat beli mobil beberapa biji.

Setahun kemudian, teman saya menyerah. Dengan kepaksa, ia mengubur mimpinya buat nyaingin Rupert Murdoch. Bahkan yang bikin miris, ia kepaksa kehilangan harta benda buat bayar pesangon dan ngelunasin utang-utangnya.

Meski menyakitkan, Teman saya masih bisa becanda.

Justru sayalah yang miris menyaksikan hidupnya. Setelah terbiasa ngejalanin hidup yang ‘enak’, ia jatuh blangsak. Kemana-mana naik bis. Bahkan tidak jarang, ia pulang kaki ke rumah mertuanya (karena rumahnya ikutan kejual) karena tidak pegang duit buat naik mikrolet.

Betul-betul menyedihkan.

Namun ditengah-tengah kesulitan, ia masih bisa memberikan sedikit uang yang dimilikinya untuk satu keluarga yang ingin pulang ke Depok. Padahal waktu itu, perutnya betul-betul keroncongan. Akhirnya dengan sisa uang yang dimilikinya, teman saya membeli segelas teh manis untuk sekedar menahan lapar.

Perjuangan teman saya betul-betul luar biasa.

Tanpa kenal menyerah, ia menghubungi teman-teman lamanya. “Apa kabar bos ? Sehat bos ? Apa nih yang bisa gue bantu ?”, adalah serangkaian kalimat yang seringkali terlontar dari mulutnya. Dan syukurlah, beberapa bulan kemudian, beberapa temannya memberikan pekerjaan.

Setahun kemudian, teman saya berhasil membeli sebuah mobil yang digunakan untuk menemui ‘klien-kliennya’. Kerja kerasnya telah membuahkan hasil yang lumayan. Meskipun belum bisa mengembalikan semua yang pernah ia miliki, saya percaya suatu ketika Teman saya akan menjadi orang yang luar biasa.

Semoga….

Pelajaran yang dapat kita ambil :



Hidup memang berputar. Kadang diatas-kadang dibawah. Sepanjang kita mau menjalaninya dengan tabah, suatu ketika hidup pasti memberikan yang terbaik untuk kita.

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments