Mengenal Infeksi HIV pada Anak

Kiatjitu.com - Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang lebih dari 2 juta anak di seluruh dunia. Setiap harinya terjadi sekitar 1700 kasus infeksi baru pada anak di seluruh dunia. 

Hampir 90% infeksi HIV pada anak-anak terjadi karena penularan ibunya. Sedangkan sisanya terjadi karena terkontaminasi transfusi darah atau hubungan seksual. 


AIDS pada anak

HIV pada anak bila tidak di tangani secara tepat dalam beberapa tahun akan berubah menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).

Mengenal Infeksi HIV pada Anak


Penularan HIV

Infeksi HIV pada anak sering terjadi disebabkan karena penularan dari ibunya. Penularan infeksi HIV dari sang ibu dapat terjadi karena :

  1. Proses kehamilan.
  2. Saat proses melahirkan.
  3. Lewat ASI (Air Susu Ibu).
  4. Selain itu mungkin juga terjadi penularan HIV karena
  5. Transfusi darah.
  6. Jarum suntik yang terkontaminasi.
  7. Hubungan seksual pada remaja.



Gejala dan tanda infeksi HIV pada Anak

Pada awalnya bayi/anak tidak menunjukan gejala dan tanda apapun (asimtomatik). Setelah beberapa tahun baru akan timbul gejala dan tanda tersebut di antaranya adalah :

  1. Pneumonia/radang paru-paru (paling sering ditemukan pada HIV anak).
  2. Demam yang lama.
  3. Gagal tumbuh.
  4. Pembengkakan kelenjar di leher.
  5. Infeksi bakteri yang berulang.
  6. Infeksi jamur (candida) yang berulang.
  7. Diare yang lama.
  8. Infeksi telinga tengah.
  9. Sinusitis.
  10. Ensafolapati (gangguan otak yang parah).



Bagaimana dokter mendiagnosis

Selain tanda dan gejala di atas, diagnosis HIV seringkali ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan darah. Pada ibu dengan HIV yang baru melahirkan, skrining infeksi HIV pada bayinya mutlak dilakukan. 

Pemeriksaan darah rutin, CCD4+, CD8+, dan pemeriksaan PCR diperlukan untuk menegaskan diagnosis HIV pada bayi/anak.


Cara menangani HIV anak

Untuk mencegah agar infeksi HIV tidak berkembang menjadi Aids, anak diberikan obat antireretroviral dan terapi imun agar dapat memperbaiki sistem imun serta mencegah kondisi tubuh yang memburuk akibat sakit. 

Infeksi karena virus HIV Sangat sulit disembuhkan (setidaknya sampai sekarang ini), tetapi dapat dikontrol supaya tidak berkembang. 

Penanganan gejala atau sakit akibat penurunan sistem imun (seperti pneumonia, ottitis media, sinusitis, dll) dilakukan sesuaio masing masing penyakit tersebut.


Cara Mencegah Infeksi HIV pada Anak

Ibu dengan infeksi HIV bila ingin memiliki anak harus melakukan beberapa langkah untuk meminimalkan kemungkinan infeksi HIV pada bayinya, Yaitu :

  1. Menghindari pemberian ASI.
  2. Mengonsumsi obat antiretroviral selama kehamilan sampai setelah melahirkan untuk membatasi perkembangbiakan virus.
  3. Menghindari persalinan spontan (lakukan persalinan Sectio Caesar).


Sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang efektif untuk mencegah penularan virus hiv dan belum ditemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini. 

Sejauh ini pengobatan hanya ditujukan untuk menghentikan pemburukan penyakit dan mencegah agar tidak sampai terkena AIDS.

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments