Burung Kecil Yang Tidak Tau Diri

Alkisah….


Pada saat musim dingin tiba, sekumpulan burung terbang mencari bagian bumi yang hangat.


Ditengah perjalanan, seekor burung yang masih ‘remaja’ sudah tidak kuat lagi mengepakan sayapnya. Meski demikian, burung itu terus mencoba.


Akhirnya saking kagak kuatnya, burung itupun terhempas kebagian bumi yang diselimuti es.


Burung itu menggigil. Ia berpikir bahwa ia akan mati.


Beberapa waktu kemudian, sekelompok burung yang bertubuh besar-besar lewat diatasnya. Burung kecil semakin kedinginan. Tubuhnya mulai membiru. Matanya mulai berkunang-kunang.


“Ceprot”, burung kecil itu terhenyak saat segumpal kotoran burung yang tengah melintas jatuh diatas tubuhnya.


Meskipun bau, kotoran itu terasa hangat. Burung kecil itu kembali merasakan aliran darah di tubuhnya.


“Ceprot”, kembali segunduk kotoran menimpa tubuhnya. Burung kecil itu mulai bisa menggerakan kepalanya.


Saat itu kembali setumpuk kotoran menghantam tubuhnya.


“Rese tuh burung….. bukannya nolongin gue malah ngejatuhin kotoran !”, ucap si burung kecil dalam hati.


Karena Suhu tubuhnya semakin hangat, burung kecil itu menggerak-gerakan sayapnya. Sebagian kotoran yang menutupi tubuhnya mulai berjatuhan.


Tiba-tiba ia dikejutkan saat sebuah usapan hangat menyentuh tubuhnya. Ia berusaha berdiri. Dihadapannya tampak seekor serigal berwarna putih.


Burung kecil itu kembali terjejer ke belakang, saat lidah srigala menyentuhnya. Kini semua kotoran di tubuh burung kecil itu sudah tidak terlihat lagi.


“Oh terima kasih dewa penolongku”, ucap sang burung kecil kepada srigala.


Srigala hanya tersenyum mendengar kalimat si burung kecil. Sambil menganggukan kepala ia mendekati si burung kecil. Sekali terkam sang burung kecil itupun masuk kedalam perut srigala.


Pelajaran yang bisa kita ambil :


Sesuatu yang mungkin terlihat seperti kotoran (seperti kritikan) bisa menyelamatkan hidup kita. Sebaliknya…. sesuatu yang terlihat seperti dewa penyelamat… malah bisa membuat kita sekarat.

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments