Kecaman Terhadap Orang Yang Mementingkan Dunia (Hubbud Dunia)

"Kecaman Terhadap Dunia Dan Orang Yang Lebih Mementingkan Dunia Beserta Kaidah Dan Rujukannya".


وبَعدُ فمنَ الحَسَن أن نَختمَ هذه النّبْذَةَ بشيء مما ورد في ذمّ الدنيا وذمّ مُؤْثِرِها

وينبغي أن نُصَدِّرَ ذلك بقاعدةٍ يُعَوَّل عليها ويُرْجَع إليها فنقول وبالله التوفيق

Setelah itu ada baiknya bila kami menyempurnakan makalah ini dengan sesuatu yang berupa pernyataan tentang kecaman terhadap dunia dan orang yang lebih mementingkan dunia.

Dan sebaiknya kami menampilkan hal tersebut dengan kaidah-kaidah yang menjadi sandaran dan rujukannya.
TAUHID AF’AL
Kami berkata -semoga Allah Ta’ala memberi taufiq:

Pembagian Dunia


الدنيا على ثلاث طبقات: فدنيا فيها الثواب، وأخرى فيها الحساب، وثالثة فيها العذاب

Dunia terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu;
  1. Dunia yang didalamnya terdapat pahala.
  2. Dunia yang didalamnya terdapat hisab (perhitungan).
  3. Dunia yang didalamnya terdapat siksa.

فأما التي فيها الثواب: فهي التي تصل بواسطتها إلى الخير وتنجو بواسطتها عن قلع الشر، وهي مطية المؤمن ومزرعة الآخرة، وهي الكفاف عن الحلال

Adapun harta duniawi yang didalamnya terdapat pahala yaitu; Harta duniawi yang dengan perantaraannya kamu dapat mencapai suatu kebaikan dan dengan perantaraannya pula kamu akan selamat dari melakukan keburukan. Harta duniawi semacam ini merupakan kendaraan dan ladang akhirat bagi orang yang beriman, dan inilah yang di katakan kecukupan dari perkara halal.


وأما التي فيها الحساب: فهي التي لا تشتغل بسببها عن أداء مأمور ولا ترتكب في طلبها أمراً محظوراً، وهذه الدنيا فيها الحساب الطويل وأربابها هم الأغنياء الذين يسبقهم الفقراء إلى الجنة بنصف يوم وهو خمس مائة عام

Adapun harta duniawi yang didalamnya terdapat hisab (perhitungan) yaitu; Harta duniawi yang tidak menyebabkan dirimu sibuk dari menjalankan perkara yang di perintah, dan tidak pula menyebabkan dirimu melakukan perkara yang di larang dalam mencarinya. Inilah dunia yang didalamnya terdapat perhitungan yang panjang, dan pemiliknya adalah orang-orang kaya, yaitu orang-orang yang akan didahului oleh orang-orang fakir ketika menuju surga dengan jarak setengah hari (akhirat) yaitu lima ratus tahun.


وأما التي فيها العذاب: فهي التي تقطع عن أداء المأمورات وتوقع في إرتكاب المحظورات، وهي زاد صاحبها إلى النار ومُدْرِجَته إلى دار البوار


وإليه الإشارة بما روي: إن الله يأمر بالدنيا إلى النار فتقول: أشياعي وأتباعي؟ فيقول سبحانه وتعالى: ألحِقُوا بها أشياعها وأتباعها فيُلْحَقُون بها

Adapun harta duniawi yang didalamnya terdapat siksa yaitu; Harta duniawi yang dapat menghalangi seseorang dari menjalankan perkara yang di perintah dan menjerumuskannya melakukan perkara yang di larang, ia merupakan bekal bagi pemiliknya menuju neraka dan merupakan landasannya menuju neraka Jahannam.
Kesimpulan Kitab Adab Seorang Murid Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad
Itulah yang di isyarahkan oleh sebuah riwayat;

“Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan dunia masuk kedalam neraka, lalu ia (dunia) berkata; ‘Wahai Tuhanku, dimanakah para pecintaku dan pengikutku?’
Lantas Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman; “Ikutkan dengannya para pecinta dan pengikutnya”, maka mereka diikutkan dengannya”.

وأعلم أن طلاب الدنيا على أنواع: فمنهم من يطلبها على نية صلة الأقربين ومواساة المقلين، وهذا يُعدُّ من الأسخياء وله ثوابٌ إن وافق عمله نيته


ولكنه لاحكمة عنده لأن الحكيم لا يطلب أمراً لا يدري ما ذا يكون الحال عند حصوله؛ وليعتبر من كان يطلبها على هذه النية بقصة ثعلبة المُشار إليه في قوله تعالى: {وَمِنْهُم مَّنْ عَاهَدَ اللّهَ لَئِنْ آتَانَا مِن فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ }[التوبة: ٧٥]... الآيات

Ketahuilah bahwa para pencari harta duniawi terbagi menjadi beberapa bagian.

Di antara mereka ada yang mencarinya dengan niyat untuk menyambung tali kekerabatan dan membantu orang-orang miskin.

Orang semacam ini tergolong orang yang dermawan dan ia akan mendapatkan pahala jika perbuatannya sesuai dengan niatnya.
Menuju Allah Dengan Berteman dan Bergaul dengan Guru
Akan tetapi ia tidak memiliki kebijakan, karena orang yang bijak tidaklah mencari suatu perkara yang tidak di ketahui perihal apa yang akan terjadi setelah ia mendapatkannya,. Maka hendaknya ia mengambil pelajaran dari orang yang mencari harta duniawi dengan niyat semacam ini dengan mempelajari kisah Tsa’labah yang di sebutkan dalam firman Allah Ta’ala;

“Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah; ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan kami termasuk orang-orang yang shalih”. (Qs. At-Taubah: 75).


وكم من طالب نيته نيل الشهوات والتمتع باللذات، وهذا يُعدُّ في جملة البهائم ويدخل في حيز الأنعام. وإلى نوعه الإشارة بقوله تعالى:أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلاً الفرقان: ٤٤

Berapa banyak orang mencari harta duniawi yang niatnya hanya untuk memuaskan syahwatnya, atau hanya untuk bersenang-senang?. Orang semacam ini tergolong dalam golongan binatang ternak, sebagaimana di sebutkan dalam firman Allah Ta’ala;

“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tak lain.hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)”.(Qs. Al-Furqaan: 44)


وكم من طالب يطلب الدنيا ليفاخر بها ويكاثر بها ويباهي بها، وهو معدود من الحمقى المغرورين، بل من المثبورين، و{قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ}[البقرة: ٦٠]، وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ القصص: ٦٩

Dan berapa banyak orang yang mencari harta duniawi dengan tujuan untuk berbangga-banggaan dengannya, menumpuk-numpunya dan memamerkannya?. Orang semacam ini tergolong sebagai orang bodoh yang tertipu, bahkan termasuk orang yang celaka. Aliah SWT berfirman;

“Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).” (Qs. Al-Baqarah: 60). (Ialah sebanyak suku Bani Isra,il sebagaimana tersebut dalam surat Al A’raf ayat 60).

“Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan”. (Qs. Al-Qashash: 69).


فانصح يا أخي لنفسك، وإياك أن تغشها فتدَّعي أمراً ليس من نيتك، فتكون قد جمعت بين الإفلاس، والدعوى؛ فتخسر الدنيا والآخرة:{ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ} الحج: ١١

Maka nasihatilah dirimu wahai saudaraku, janganlah kamu menipunya, hingga kamu mengakui suatu perkara yang bukan merupakan niyatmu, karena dengan demikian kamu berarti telah mengumpulkan antara kerugian dan kepalsuan, hingga kamu merugi di dunia dan akhirat. “Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata”.(Qs. Al Hajj: 11).


Kitab; "Risalatul Mudzakarah Ma'al Ikhwan Al Muhibbin Min Ahlil Khair Wad Din"

Karya; Al Habib 'Abdullah Bin 'Alwy Al Haddad Rahimahullah Wanafa'ana Bihi Wabi 'Ulumihi Fid Daraini Amin

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments