Menuju Allah Dengan selalu Waspada Terhadap Fitnah (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Fasal ke 13 

“Sabar dan Waspada Terhadap Fitnah”


"فصل"
ربما تسلط الخلق على بعض المريدين بالإيذاء والجفاء والذم, فإن بليت بشيء من ذلك فعليك بالصبر وترك المكافأة مع نظافة القلب من الحقد وإضمار الشر, واحذر الدعاء علي من آذاك ولا تقل اذا اصابته مصيبة هذا بسبب اذاه لي.

“Fasal”
Terkadang seorang penempuh jalan menuju Allah itu dikuasai oleh makhluk dengan di sakiti, di asingkan, dan di cela. Jika engkau diuji dengan sesuatu dari hal tersebut, hendaklah engkau senantiasa bersabar dan tidak membalas perbuatan mereka serta membersihkan hati dari kebencian dan menyimpan keburukan dalam hati. 

Hindarilah olehmu mendoakan orang yang menyakitimu, dan ketika ia tertimpa suatu musibah, janganlahlah engkau berkata; “Ini terjadi sebab ia menyakitiku”.
Menuju Allah Dengan Mengekang Hawa Nafsu Dan Selalu bersabar

Bersabar dan Waspada Menghadapi Fitnah Orang Lain


وافضل من الصبر علي الأذي العفوى عن المؤذي والدعاء له وذلك من أخلاق الصديقين. وعد إعراض الخلق عنك نعمة عليك من ربك فإنهم لو اقبلوا عليك ربما شغلوك عن طاعته, فان بليت بإقبالهم وتعظيمهم وثنائهم وترددهم عليك, فاحذر من فتنتهم واشكر الله الذي ستر مساويك عنهم.

Yang lebih utama dari bersabar atas siksaan orang lain adalah memaafkan dan mendoakan orang yang menyakitinya, karena ini merupakan akhlak orang-orang siddiqin (orang-orang yang tulus). 

Dan anggaplah berpalingnya manusia darimu itu merupakan nikmat dari Tuhanmu kepadamu, karena sesungguhnya jika mereka itu menghadapmu (tidak berpaling darimu), terkadang itu akan menyibukkan dari ketaatanmu kepada Allah, dan jika engkau diuji dengan menghadapnya manusia kepadamu, mereka menghormatimu, memujimu dan sering berkunjung kepadamu, maka waspadalah dengan fitnah mereka dan bersyukurlah kepada Allah yang telah menutupi keburukanmu dari mereka.
Menuju Allah Dengan senantiasa Mawas Diri

Menghindari Orang Lian Sebagai Bentuk Waspada dari Fitnah


ثم ان خشيت علي نفسك من التصنع والتزين لهم والإشتغال عن الله بمخالطتهم فاعتزلهم واغلق بابك عنهم, والا فارق الموضع الذي عرفت به الي موضع لا تعرف فيه.

Kemudian jika engkau mengkhawatirkan dirimu akan berpura-pura dan berhias kepada mereka, dan tersibukkan dari Allah sebab berbaur dengan mereka, maka asingkanlah dirimu dari mereka, dan tutuplah pintu rumahmu dari mereka, jika tidak, tinggalkanlah tempat yang engkau dapat dikenalnya ke tempat yang engkau tak akan dikenal di dalamnya.

وكن مؤثرا للخمول, فارا من الشهرة والظهور, فان فيه الفتنة والمحنة.

Dan hendaknya engkau memilih khumul (tidak dikenal) dan lari dari kemasyhuran dan terkenal, karena di dalamnya terdapat fitnah dan cobaan yang berat.

(Catatan);
Ibnu ‘Atha-illah As Sakandari berkata;


ادْفِنْ وجودَك في أرضِ الخمولِ فما نَبَتَ مما لم يُدْفَنْ لا يَتِمُّ نَتَاجُه

Kuburlah dirimu dalam tanah khumul (kerendahan), karena sesuatu yang tumbuh tanpa di kubur (di tanam) hasilnya kurang sempurna.

قال بعض السلف : والله ما صدق عبد إلا احب ان لا يشعر بمكانه. 

Sebagian ‘ulama salaf berkata; Demi Allah, tidaklah tulus hati seseorang kecuali ia lebih suka (merahasiakan dirinya) agar tidak di ketahui kedudukannya.


وقال الآخر: ما اعرف رجلا احب ان يعرفه الناس إلا ذهب دينه وافتضح.

Dan sebagian ‘ulama salaf juga berkata; Tidaklah aku mengetahui seseorang yang suka memperkenalkan dirinya kepada manusia kecuali akan sirna agamanya dan akan terbongkar keburukannya.
Menuju Allah Dengan Bersabar Atas Rizki Yang diperolehnya
Menuju Allah Dengan selalu Waspada Terhadap Fitnah (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad) kiat jitu


Kitab; Risalah Adabu Sulukil Murid

Karya; al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad


Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments