Menuju Allah Dengan Mengekang Hawa Nafsu Dan Selalu bersabar (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Fasal ke 11
“Keadaan nafsu dan senantiasa bersabar”.

"فصل"
واعلم ايها المريد ان اول الطريق صبر وآخرها شكر, واولها عناء وآخرها هناء, واولها تعب ونصب وآخرها فتح وكشف و وصول الي نهاية الارب, وذلك معرفة الله والوصول اليه والانس به والوقوف في كريم حضرته وملائكته بين يديه, ومن اسس جميع اموره علي الصبر الجميل حصل علي كل خير و وصل الي كل مأمول وظفر بكل مطلوب.

“Fasal”
Ketahuilah wahai murid, bahwa awal perjalanan seorang hamba menuju Allah adalah sabar dan akhirnya adalah syukur, awalnya adalah kepayahan namun akhirnya adalah kebahagiaan, awalnya adalah kelelahan dan keletihan, namun akhirnya terbuka, tersingkapnya tabir menuju Allah dan sampai pada puncak keinginan, yaitu ma’rifat billah dan sampai pada-Nya dan berbahagia dengan-Nya dan berhenti di kemuliaan hadirat-Nya, dan juga para malaikat di sisi-Nya. Barangsiapa yang melandasi segala urusannya atas dasar kesabaran yang baik, maka ia akan memperoleh segala kebaikan, akan sampai pada segala yang diharapkan dan akan meraih segala yang dicari.
7 Adab Seorang Guru dalam menghasilkan Murid Teladan Sejati

Ciri-ciri Hawa Nafsu

واعلم ان النفس تكون في اول الامر امارة تأمر بالشر وتنهي عن الخير, فان جاهدها الانسان وصبر علي مخالفة هواهها صارت لوّامة متلونة لها وجهٌ الى المطمئنة ووجه الى الامارة فهي مرة هكذا ومرة هكذا, فان رفق بها وسار بها يقودها بأزمة الرغبة فيما عند الله صارت مطمئنة تأمر بالخير وتستلذه وتأنس به, وتنهي عن الشر و تنفر عنه وتفر منه.

Ketahuilah bahwa nafsu pada pertama kalinya banyak memerintahkan pada keburukan dan mencegah dari kebaikan, jika manusia memeranginya dan sabar dalam menentang hawa nafsunya, maka nafsu akan menjadi nafsu lawwamah (nafsu yang senantiasa menyesali dirinya sendiri setelah melakukan ma’shiyat), yang berubah-rubah, kadang ia menjadi muthmainnah (nafsu yang tenang yang tidak terpengaruh dengan perkara-perkara yang menakutkan atau yang menyusahkan) dan kadang menjadi amarah (nafsu yang banyak memerintahkan pada keburukan), maka sekali waktu ia begini dan lain waktu ia begitu. 

Lalu apabila seseorang bersikap lemah lembut dan berjalan seiring dengannya (lawwamah), maka ia (seseorang) akan dapat menuntunnya dengan kendali rasa cinta pada apa yang ada disisi Allah, sehingga nafsu tadi menjadi nafsu muthmainnah yang memerintahkan pada kebaikan dan merasa nikmat dan senang dengannya, serta mencegah dari keburukan, menjauhkan dan lari darinya.
Menuju Allah Dengan Senantiasa berdzikir dan tafakkur

Nafsu Yang Benar Untuk Menuju Allah

وصاحب النفس المطمئنة يعظم تعجبه من الناس في اعراضهم عن الطاعات مع ما فيها من الروح والانس واللذة, وإقبالهم علي المعاصي والشهوات مع ما فيها من الغم والوحشة والمرارة, ويحسب انهم يجدون ويذوقون في الامرين مثل ما يجد ويذوق ثم يرجع الى نفسه ويذكر ما كان يجد من قيل في تناول الشهوات من اللذات و في فعل الطاعات من المرارة فيعلم انه لم يصل الى ما هو فيه الا بمجاهدة طويلة وعناية من الله عظيمة.

Dan orang yang memiliki nafsu muthmainnah besar rasa kagumnya terhadap manusia yang berpaling dari keta’atan serta (berpaling dari) apa yang ada di dalamnya  yang berupa ruh, kesenangan, dalam kenikmatan, dan yang menuju pada kemaksiatan dan syahwat serta apa yang ada di dalamnya yang berupa kesedihan, kerisauan dan kegetiran, ia (pemilik nafsu muthmainnah) mengira bahwasanya mereka telah menemukan dan mencicipi dua perkara seperti apa yang ia temukan dan cicipi kemudian ia kembali pada nafsunya dan ingat pada apa yang ia temukan sebelumnya berupa syahwat yang di temukan dari kesenangan dan melakukan ketaatan (di temukan) dari kegetiran. 

Kemudian ia mengetahui bahwa ia tidak akan sampai pada suatu perkara yang ia berada di dalamnya kecuali dengan mujahadah (memerangi hawa nafsu) dalam waktu yang lama dan dengan mendapat pertolongan besar dari Allah Ta’ala.
Ciri-Ciri Manusia Akhir Zaman

Dengan Selalu Bersabar Akan Diperoleh Kemuliaan

فقد علمت ان الصبر عن المعاصي والشهوات وعلى ملازمة الطاعات هو الموصل الي كل خير والمبلغ الى كل مقام شريف وحال منيف, 

Dan kini benar-benar di ketahui bahwasanya bersabar dari kemaksiatan dan syahwat serta senantiasa melakukan ketaatan, itulah yang akan mengantarkan pada semua kebaikan, dan akan menyampaikan pada semua kedudukan yang mulia dan keadaan yang luhur.
وكيف لا وقد قال سبحانه وتعالي: ياأيها الذين آمنوا اصبروا وصابروا ورابطوا واتقوا الله لعلكم تفلحون.

Bagaimana tidak, sedangkan Allah Ta’ala telah berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”.(Qs. Ali ‘Imran 200).
وقال تعالى: وتمت كلمة ربك الحسنى علي بني اسرايئل بما صبروا.

Dan Allah Ta’ala berfirman; “Dan telah sempurnalah Perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka”.(Qs. Al ‘A’raf 137).
وقال: وجعلناهم أئمة يهدون بأمرنا لما صبروا وكانوا بآياتنا يوقنون.

Dan Dia berfirman; “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami”.(Qs. As Sajdah 24).
وفي الحديث: إن من أقل ما أوتيتم اليقين وعزيمة الصبر ومن أوتي حظه منهما فلا يبال بما فاته من قيام الليل وصيام النهار.

Dan dalam suatu hadis disebutkan; “Termasuk perkara yang paling sedikit diberikan kepadamu ialah yakin dan kesabaran yang kuat, barangsiapa yang diberi sebahagian dari keduanya, niscaya ia tidak akan perduli dengan apa yang hilang dari menegakkan malam dan puasa di siang hari”.

Menuju Allah Dengan Mengekang Hawa Nafsu Dan Selalu bersabar (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad) kiat jitu

Kitab; Risalah Adabu Sulukil Murid

Karya; al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments