Menuju Allah Dengan Sholat Jum'at dan Sholat Rowatib (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Fasal ke Delapan 

"Larangan Meninggalkan Shalat Jum'at dan Dorongan Untuk Melaksanakan Shalat Rawatib"

"فـصـلٌ"
واحذَر أيُّها المُريدُ كلَّ الحذَرِ مِن تَركِ الجمُعةِ والجَماعاتِ، فإِنَّ ذلكَ مِن عاداتِ أَهلِ البَطالاتِ وسِماتِ أَربابِ الجهالاتِ. وحَافِظ على الرَّواتبِ المشروعاتِ قَبلَ الصَّلاةِ وبَعدها، ووَاظِب على صَلاةِ الوَترِ والضُّحى وإِحياءِ ما بينَ العِشاءين، وكُن شَديدَ الحِرصِ على عَمارةِ ما بَعدَ صَلاةِ الصُّبحِ إلى الطُّلوعِ، وما بعد صلاة العصر الى الغروب فهذان وقتان شريفان تفيض فيهما من الله تعالى الأمداد, علي المتوجهين اليه من العباد.

“Fasal”

Wahai murid, jauhilah olehmu meninggalkan shalat jum’at dan berjamaah, karena (meninggalkan shalat jum’at dan berjamaah) itu merupakan kebisaan orang-orang batil dan merupakan tanda orang-orang dungu. 
7 Keutamaan Sodaqoh dan Hikayat Wanita Penyelamat Ibunya Dari Neraka
Dan hendaknya engkau senantiasa melaksanakan shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah yang telah disyariatkan, senantiasa melaksanakan shalat witir, shalat duha, dan menghidupkan waktu antara maghrib dan Isya’ (dengan ‘ibadah). 
Menuju Allah Dengan Menyempurnakan Sholat Dan Ruhnya Sholat (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)
Jadilah engkau orang yang sangat senang meramaikan waktu setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari, dan waktu seusai shalat ‘asar hingga tenggelamnya matahari (dengan ‘ibadah). Sebab kedua waktu tersebut merupakan waktu yang mulia, pada kedua waktu tersebut penuh dengan pertolongan dari Allah Taala bagi hamba-hamba-Nya yang bertawajjuh (menghadap) pada-Nya.
Berbakti Kepada Orang Tua Dengan Delapan Kiat, Dijamin Jitu

Aktifitas Ibadah Setelah Sholat Subuh

وفي عمارة ما بعد صلاة الصبح خاصية قوية في جلب الأرزاق الجسمانية, وفي عمارة ما بعد العصر خاصية قوية في جلب الأرزاق القلبية, كذلك جربه ارباب البصائر من العارفين الاكابر.
وفي الحديث {ان الذي يقعد في مصلاه يذكر بعد صلاة الصبح اسرع في تحصيل الرزق من الذي يضرب في الآفاق} اعني يسافر فيها لطلب الأرزاق.

Dan di dalam meramaikan waktu setelah shalat subuh (dengan ‘ibadah) memiliki kekhususan yang kuat dalam mendatangkan rizqi yang bersifat jasmani, sedangkan meramaikan waktu setelah Ashar memiliki kekhususan dalam mendatangkan rizqi yang bersifat rohani (qolbiyah). Hal itu telah diuji oleh ‘ulama besar yang memiliki mata hati yang ‘arif billah.

Menuju Allah Dengan Berbakti Kepada-Nya (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)
Dalam sebuah hadis disebutkan; “Sesungguhnya seseorang yang duduk di tempat shalatnya berdzikir setelah shalat subuh lebih cepat dalam memperoleh rizki daripada seseorang yang pergi ke suatu tempat pada waktu itu untuk mencari rizqi”.
Perjalanan Seorang Hamba Menuju Allah (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Kitab; Risalah Adabu Sulukil Murid

Karya; al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad


Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information