Muqoddimah Risalah Adabu Sulukil Murid (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Muqoddimah kitab Risalah Adabu sulukil Murid

بسم الله الرحمن الرحيم
ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Dengan menyebut Nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Tiada daya untuk menghindar dari maksiat dan tiada upaya untuk berbuat taat kecuali dengan pertolongan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.


قال المؤلف رحمه الله:
الحمد لله الذى يقذف إذا شاء فى قلوب المريدين لوقعة الإرادة ، فيزعجهم إلى سلوك سبيل السعادة ، التى هى الإيمان والعبادة ، ومَحوُ كلِّ رسم وعادة ، وصلى الله وسلم على سيدنا محمد سيد أهل السيادة ، وعلى آله وصحبه السادة القادة. أما بعد:

Berkata penyusun kitab ini semoga Allah merahmatinya;
Segala puji bagi Allah yang berkenan menghempaskan derajat iradah (kemauan kuat) ke dalam hati setiap murid (pemenempuh jalan menuju Allah), lalu menggerakkan mereka menempuh jalan keberuntungan yaitu iman dan ‘ibadah, serta menghapus setiap pola dan adat kebiasaan. 

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat serta kesejahteraan atas baginda kita Muhammad pemimpin ahli kepemimpinan, dan atas seluruh keluarga serta sahabatnya yang dipertuan dan yang menuntun. Selanjutnya;

Dua Pilihan Yang Yang Harus Dipilih Salah Satu

فقد قال تعالى: "مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا ، وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا" (الإسراء ١٨-١٩). والعاجلة هي الدنيا ، فإذا كان المريد لها فضلا عن الساعي لطلبها مصيره الى النار ، مع اللوم والصغار ، فما أجدر العاقل بالإعراض عنها ، والإحتراس منها ، والآخرة هي الجنة .

Allah Ta’ala berfirman “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang, maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik”.(Qs. Al Isra’ 18-19). (Yang di maksud) “kehidupan sekarang” yaitu duniawi, maka apabila seorang murid (pemenempuh jalan menuju Allah) menghendaki duniawi, lebih-lebih berusaha untuk mencarinya, maka tempat kembalinya adalah ke neraka, tercela serta hina, maka sepantasnya orang-orang yang berakal berpaling dan menjaga diri darinya. Dan (yang di maksud) “kehidupan akhirat” ialah surga.


ولا يكفى فى حصول الفوز بها الإرادة فقط بل هي مع الإيمان والعمل الصالح المشار إليه بقوله تعالى: " وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ"، والسعي المشكور هو العمل المقبول المستوجب صاحبُه المدحَ والثناء والثواب العظيم الذى لا ينقضى ولا يفنى بفضل الله ورحمته ، والخاسر من كل وجه من المريدين للدنيا الذى يتحقق فى حقه الوعيدُ المذكور فى الآية هو الذى يريد الدنيا إرادةً ينسى فى جنبها الآخرة فلا يؤمن بها ، أو يؤمن ولا يعمل لها ، فالأول كافر خالد فى النار ، والثانى فاسق موسوم بالخسار .

Akan tetapi di dalam meraih keberuntungan akhirat tidak cukup hanya dengan kemauan saja, tapi harus di sertai dengan iman dan ‘amal shalih sebagaimana yang telah di tunjukkan dalam firman Allah Ta’ala; “dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min”

Sedangkan (yang di maksud) “usaha yang di balas dengan baik” ialah amal yang di terima yang pelakunya pantas mendapatkan pujian, sanjungan dan pahala yang besar yang tidak pernah berakhir dan tidak pernah habis berkat karunia dan rahmat-Nya. 

Siapakah Orang Yang Merugi

Adapun orang yang rugi dari segala arah yaitu orang-orang yang menghendaki duniawi yang ancaman tentangnya dengan jelas di sebutkan dalam ayat tersebut, ia adalah orang yang menghendaki duniawi di samping melupakan akhirat serta tidak beriman dengannya, atau beriman, namun ia tidak ber’amal untuk akhirat, maka yang pertama adalah orang kafir yang selama-lamanya berada dalam neraka dan yang ke dua adalah orang fasiq yang di tandai dengan menderita kerugian.


وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "إنما الأعمال بالنيات ، وإنما لكل امرئ ما نوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه".

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya tiap-tiap ‘amal tergantung dengan niatnya, dan sesungguhnya bagi tiap seseorang akan mendapatkan apa yang di niatkannya, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa  yang hijrahnya untuk memperoleh dunia atau seorang wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang di niatkannya”.


أخبر صلى الله عليه وسلم انه لا عمل إلا عن نية ، وان الإنسان بحسب ما نوى يثاب ويجزى إن خيرا فخير وإن شرا فشرٌ ، فمن حسُنت نيته حسُن عمله لا محالة ، ومن خبثت نيته خبث عمله لا محالة ، وإن كان فى الصورة طيبا كالذى يعمل الصالحات تصنُّعا للمخلوقين .

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa tidak ada ‘amal kecuali di sertai dengan niat, dan seseorang akan di ganjar dan di balas sesuai dengan apa yang di niatkannya, jika (niatnya) baik, maka balasannya pun baik dan jika jelek, balasannya pun jelek, dan barangsiapa yang baik niatnya, pasti ‘amalnya baik dan barangsiapa yang jelek niatnya, pasti ‘amalnya jelek sekalipun bentuknya baik seperti orang yang ber’amal shalih karena berpura-pura terhadap makhluk.


وأخبر عليه الصلاة والسلام أن من عمل لله تعالى على وفق المتابعة لرسول الله صلى الله عليه وسلم كان ثوابه على الله وكان منقلبُه إلى رضوان الله وجنته ، فى جوار الله وخيَرتِه ، وان من قصد غير الله وعمل لغير الله كان ثوابه وجزاؤه عند من تصَنَّع له وراءى له ممن لا يملك له ولا لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياتا ولا نشورا .

Dan Nabi ‘alaihishshalatu wassalam mengabarkan bahwa barangsiapa yang ber’amal karena Allah Ta’ala, cocok dalam mengikuti Rasulullalh shallallahu ‘alaihi wasallam, maka pahalanya ada pada tanggungan Allah, kembalinya kepada ridla dan surga Allah, dan berada dalam perlindungan dan pilihan Allah. 

Balasan Bagi Yang Beramal Bukan Karena Allah

Dan barangsiapa yang menuju selain Allah dan beramal karena selain Allah, maka pahala dan balasannya ada pada orang yang ia berpura-pura dan pamer kepadanya yaitu orang yang tidak dapat memberi kemadlaratan dan kemanfaatan kepadanya dan kepada dirinya sendiri, tidak pula memiliki kuasa untuk mematikan, menghidupkan dan membangkitkan.


وخص الهجرة عليه الصلاة والسلام من بين سائر الأعمال تنبيها على الكل بالبعض لأن من العلوم عند أولى الأفهام أن الإخبار ليس خاصا بالهجرة بل هو عام فى جميع شرائع الإسلام .

Dan Nabi ‘alaihishshalatu wassalam mengkhususkan “Hijrah” di antara semua ‘amal karena mengingatkan atas semua (‘amal) dengan sebagiannya, sebab sebagian dari beberapa ‘ilmu menurut orang-orang yang memiliki kefahaman bahwa khabar tersebut tidak khusus hanya untuk hijrah saja, bahkan itu umum mencakup seluruh syari’at Islam.


ثم أقول: إعلم أيها المريد الطالب ، والمتوجه الراغب أنك حين سألتنى أن أبعث إليك شيء من الكلام المنسوب إليّ لم يحضرني منه ما أراه مناسبا لما أنت بسبيله . وقد رأيت أن أقيّد فصولا وجيزة تشمل على شيء من آداب الإرادة بعبارة سلسة ، واللهَ أسأل أن ينفعني وإياك وسائرَ الإخوان بما يورده عليّ من ذلك ويوصله إليّ مما هنالك ، فهو حسبى ونعم الوكيل .

Kemudian aku berkata; Ketahuilah wahai murid (penempuh jalan menuju Allah) yang mencari (keselamatan), yang menghadap dan cinta (kepada Allah) bahwa sesungguhnya ketika kamu memintaku untuk mengirimkan kepadamu suatu perkataan yang di nisbatkan kepadaku, tidak hadir kepadaku sesuatu yang aku pikir pantas bagi perkara yang kamu berada di jalannya. 

Aku hanya berpikir akan merangkai beberapa fasal yang ringkas yang mencakup adab-adab derajat “iradah” dengan ‘ibarat yang lembut. Dan aku memohon kepada Allah semoga Dia memberi manfa’at kepadaku dan kepadamu juga kepada seluruh ikhwan dengan apa yang di datangkannya kepadaku dari sana dan apa yang di sampaikannya dariku di sana. Dialah Allah yang mencukupiku dan Allah adalah sebaik-baik Penolong.

Perjalanan Seorang Hamba Menuju Allah (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)
Ciri-Ciri Manusia Akhir Zaman
Rahasia Hari Jum'at dan Misterinya
Muqoddimah Risalah Adabu Sulukil Murid (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad) www.kiatjitu.com


Kitab; Risalah Adabu Sulukil Murid 
Karya; al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad


Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments