Menuju Allah Dengan Menyempurnakan Sholat Dan Ruhnya Sholat (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Fasal ke Tujuh 

"Menyempurnakan Shalat dan Ruhnya Ibadah".

"فـصـلٌ"

وكُن-أيُّها المُريدُ- في غايَةِ الاِعتِناءِ بِـإِقامةِ الصّلواتِ الخَمسِ بإتمامِ قِيامِهِنَّ وقِراءَتِهنّ وخُشوعِهنّ ورُكوعِهنّ وسُجودِهنّ وسائِرِ أركانِهِنّ وسُنَنِهنّ وأشعِر قَلبكَ قَبلَ الدُّخولِ في الصّلاةِ عَظمةَ مَن تُريدُ الوُقوفَ بَينَ يَديهِ جلَّ وعلا، واحذَر أن تُناجِيَ مَلِكَ المُلوكِ وجبّارِ الجبابِرةِ بِقلبٍ لاهٍ مُستَرسِلٍ في أوديةِ الغَفلةِ والوَساوِسِ جائِلٍ في مَيادينِ الخَواطِرِ والأفكارِ الدُّنيَويّةِ، فَتَستوجِبَ المَقتَ مِن الله، والطَّردَ عن بابِ الله.

“Fasal”

Wahai murid, hendaknya kamu benar-benar memperhatikan dalam menunaikan shalat dengan menyempurnakan berdirinya, bacaannya, kekhusyuannya, rukuk, sujud serta rukun-rukun lainnya berikut kesunnahan-kesunnahannya. 
Abu Yazid Al Busthamy dan Temannya Nanti Di Surga Yang Ternyata Seorang Pemabuk
Hendaknya sebelum melaksanakan shalat kamu mengisyaratkan pada hatimu tentang keagungan Dzat yang kamu hendak berdiri dihadapan-Nya yang Maha Agung lagi Luhur, takutlah engkau bermunajat pada Rajanya para raja dan Diktarornya para diktator dengan hati yang lalai yang akan menjerumuskanmu kelembah kelalaian dan was-was, yang akan mengantarkanmu ke medan bisikan hati dan pikiran duniawi. Maka ia berhak mendapat murka dan tertolak dari pintu (menuju) Allah.
Menuju Allah Dengan Menjaga Diri dari Maksiat dan Tipu Daya Dunia (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Sholat Sebagai Media Komunikasi dengan Allah

وقد قالَ عَليهِ الصّلاةُ والسّلامُ "إذا قامَ العَبدُ إلى الصّلاةِ أَقبلَ الله عَليهِ بِوَجههِ فإذا التَفتَ إلى ورائِهِ يَقولُ الله تعالى: ابنُ آدمَ التَفَتَ إلى مَن هُو خيرٌ لهُ مِنّي، فإن التَفَتَ الثّانيةَ قالَ مِثلَ ذلِكَ فإن التَفَتَ الثّالِثةَ أعرَضَ الله عَنهُ" فإذا كانَ المُلتفِتُ بِوَجهِهِ الظّاهِرِ يُعرِضُ الله عَنهُ فكيفَ يَكونُ حالُ مَن يَلتفِتُ بِقَلبِهِ في صلاتهِ إلى حُظوظِ الدُّنيا وزخارِفِها، والله سُبحانهُ وتعالى لاَ ينظُرُ إلى الأجسامِ والظّواهِرِ وإنّما ينظُرُ إلى القُلوبِ والسّرائِرِ.

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda; “Ketika seorang hamba menegakkan shalat maka Allah menghadapkan wajah-Nya padanya, ketika ia memalingkan wajahnya ke belakang maka Allah Taala berfirman; “Wahai anak Adam, engkau berpaling pada seseorang yang lebih baik bagimu dari-Ku”
Ciri-Ciri Manusia Akhir Zaman
Jika ia menoleh untuk yang kedua kalinya, Allah Taala berfirman seperti itu lagi. Dan jika sampai menoleh untuk yang ketiga kalinya maka Allah Taala akan berpaling darinya”. 

Jika seseorang yang memalingkan wajah dzahirnya saja Allah berpaling darinya, lalu bagaimana dengan keadaan seseorang yang dalam shalatnya berpaling dari Allah dengan hatinya pada kesenangan dunia dan gemerlapnya dunia. 
4 Perkara yang Membuat Islam Seseorang Menjadi Sempurna
Allah Maha Suci dan Maha Luhur tidak melihat pada badan dan dzahirnya, akan tetapi Dia hanya melihat pada hati dan ketulusannya.

Ruh Ibadah Berada Pada Hadirnya Hati

واعلَم أنّ رُوحَ جَميعِ العِباداتِ ومَعناها إنّما هُو الحضُورُ معَ الله فيها، فَمن خَلت عِبادَتُهُ عنِ الحُضورُ، فعِبادتُهُ هباءٌ منثورٌ.

Ketahuilah bahwa ruh semua ibadah serta maknanya hanya terletak pada hadirnya hati bersama Allah dalam ibadah tersebut, barangsiapa yang ibadahnya tidak disertai dengan hadirnya hati, maka ‘ibadahnya bagaikan debu yang beterbangan.

ومثَلُ الّذي لاَ يَحضُرُ مَع الله في عِبادتهِ مَثلُ الذي يُهدي إلى ملِكٍ عظيمٍ وَصيفةٍ ميّتَةً أو صٌندوقاً فارغاً، فما أجدرُهُ بِالعقوبةِ وحِرمانِ المثوبةِ.

Perumpamaan seseorang yang hatinya tidak hadir bersama Allah dalam ‘ibadahnya seperti orang yang memberi hadiah pada raja yang agung berupa pelayan wanita yang telah mati atau berupa peti kosong, maka hasilnya adalah sebuah hukuman dan terhalang mendapatkan imbalan.
Menuju Kepada Allah dengan Taubat dan Menjauhi Dosa (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Menuju Allah Dengan Berbakti Kepada-Nya (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

    Kitab; Risalah Adabu Sulukil Murid

    Karya; al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad


    Artikel Terkait:

    Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

    Disqus Comments

    Cookie

    Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information