Menuju Allah Dengan Senantiasa berdzikir dan tafakkur (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Fasal ke Sembilan  

“Senantiasa berdzikir dan tafakkur”

"فصل"
والذى عليه المعوّل فى طريق الله تعالى بعد فعل الأوامر واجتناب المحارم ملازمة الذكر لله

“Fasal”

Tahapan selanjutnya yang harus dijadikan pedoman dalam menempuh jalan menuju Allah Taala setelah menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya adalah berdzikir kepada Allah Taala.
فعليك به ايها المريد في كل حال وفي كل وقت وفي كل مكان بالقلب واللسان. والذكر الذي يجمع جميع معانى الأذكار وثمراتها الباطنة والظاهرة هو قول "لا إله إلا الله" وهو الذكر الذي يؤمر بملازمته اهل البداية ويرجع اليه اهل النهاية.

Maka wajib bagimu wahai penempuh jalan menuju Allah pada setiap keadaan, setiap waktu, setiap tempat berdzikir dengan hati dan lisan. 
Jangan Kamu Sakiti Orang Tuamu Yang Telah Meninggal Dengan Hal ini...
Adapun dzikir yang mencakup seluruh makna-makna dzikir sekaligus buahnya yang batin atau yang dzahir adalah ucapan; ‘La Ilaha Illallah’, itulah dzikir yang diperintahkan bagi ahli bidayah (pemula dalam menempuh jalan menuju Allah Taala) dan menjadi rujukan ahli nihayah (peringkat puncak dari penempuh jalan menuju Allah Taala).

Berdzikir Dengan Hadirnya Hati

ومن سره ان يذوق شيئا من سرار الطريقة ويكاشف بشيء من انواع الحقيقة فليعكف علي ذكر الله تعالى بقلب حاضر, وادب وافر, وإقبال صادق, وتوجيه خارق.

Dan barangsiapa yang suka merasakan sebagian dari rahasia jalan menuju Allah dan tersingkapnya berbagai macam hakikat, maka hendaknya ia memastikan dalam setiap berdzikir kepada Allah Taala disertai dengan hadirnya hati, adab berdzikir yang sempurna, menghadap dengan kesungguhan, dan mempersembahkan lebih daripada umumnya.

Hikmah Berdzikir Dengan Bertafakkur

فما اجتمعت هذه المعاني لشخص الا كوشف بالملكوت الاعلى وطالعت روحه حقائق العالم الاصفي وشاهدت عين سره الجمال الاقدس الاسمى.

Tidaklah berkumpul makna-makna ini pada diri seseorang kecuali telah tersingkap baginya alam malakut (kerajaan langit) yang luhur, ruhnya telah mampu melihat hakikat alam yang bersih, dan mata batinnya telah menyaksikan keindahan Dzat yang Maha suci, dan Maha Luhur.
ولتكن ايها المريد مكثر من التفكر, وهو على ثلاثة اقسام: تفكر في عجائب القدرة وبدائع المملكة السماوية والارضية, وثمرته المعرفة بالله. 

Hendaklah seorang murid banyak bertafakkur. 

Tafakkur terbagi menjadi 3 bagian;

Menuju Allah Dengan Sholat Jum'at dan Sholat Rowatib (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)
Tafakkur pada keajaiban sifat kudrat-Nya, pada keindahan kerajaan langit dan bumi, dan buahnya adalah ma’rifat billah.


و تفكر في الآلاء والنعم, ونتيجته المحبة لله. 

Tafakkur terhadap anugerah dan nikmat-nikmat Allah, dan buahnya adalah mahabbah (cinta) kepada Allah Taala.
و تفكر في الدنيا والآخرة واحوال الخلق فيهما, وفائدته الإعراض عن الدنيا والإقبال علي الأخرى, وقد شرحنا شيئا مجارى الفكر وثمرته في رسالة المعاونة فليطلبه من اراده.

Tafakkur dalam hal dunia, akhirat, dan keadaan makhluk yang berada di dalamnya, faedahnya adalah berpaling dari duniawi dan menuju pada ukhrowi. 
Ciri-Ciri Manusia Akhir Zaman
Dan aku telah menjelaskan alur pemikiran sekaligus buahnya dalam kitab “Risalatul Mu’awanah”, carilah jika engkau menghendakinya.
Menuju Allah Dengan Berbakti Kepada-Nya (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)
Menuju Allah Dengan Menyempurnakan Sholat Dan Ruhnya Sholat (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Kitab; Risalah Adabu Sulukil Murid

Karya; al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad


Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information