Mati Syahid Oleh Pedang Allah Ta’ala Yang Maha Pengampun

HADITS KE SEPULUH

Surga dan Segala Pernak Perniknya

عَنْ كُلَيْبِ بْنِ حَازِمٍ رَضْيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ يَا قَوْمِ اُطْلُبُوْا الْجَنَّةَ بِجُهْدِكُمْ وَاهْرَبُوْا مِنَ النَّارِ بِجُهْدِكُمْ فَإِنَّ الْجَنَّةَ لَا يَنَامُ طَالِبُهَا وَإِنَّ النَّارَ لَا يَنَامُ هَارِبُهَا وَإِنَّ الْجَنَّةَ مَحْفُوِفَةٌ بِالْمَكَارِهِ وَإِنَّ النَّارَ مَحْفُوْفَةٌ بِاللَّذَّاتِ وَالشَّهَوَاتِ فَلَا تُلْهِيَنَّكُمْ عَنِ الْآخِرَةِ.

Kiatjitu.com - Dari Kulaib bin Hazim radliyallahu ‘anhu ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Wahai kaumku! Carilah surga dengan mengerahkan seluruh kemampuan kalian dan larilah dari neraka dengan mengerahkan seluruh kemampuan kalian karena sesungguhnya orang yang mencari surga itu tidak pernah tidur dan orang yang lari dari neraka juga tidak pernah tidur. Sesungguhnya surga di kelilingi dengan perkara yang tidak di senangi dan neraka di kelilingi dengan kesenangan dan syahwat, maka jangan sampai kesenangan dan syahwat itu membuat kalian lupa terhadap akhirat”.


عَنْ اَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيّ رَضْيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُنَادِيْ مُنَادٍ إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ فِي الْجَنَّةِ آنَ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا وَلَا تَمُوْتُوا أَبَدًا ، وَآنَ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا وَلَا تَسْقَمُوْا أَبَدًا ، وَآنَ لَكُمْ أَنْ تَشُبُّوْا وَلَا تَهْرَمُوْا أَبَدًا ، وَآنَ لَكُمْ أَنْ تَنَعَّمُوْا وَلَا تَبْأَسُوْا أَبَدًا .

Dari Abu Sa’id Al Khudri radliyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda; “Ketika penghuni surga telah memasuki surga, sang penyeru akan menyerukan; Telah tiba saatnya bagi kalian untuk selalu hidup dan tidak akan mati selama-lamanya. Telah tiba saatnya bagi kalian untuk selalu sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya. Telah tiba saatnya bagi kalian untuk selalu berada dalam kenikmatan dan tidak akan sengsara selama-lamanya”.


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضْيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ فَي الْجَنَّةِ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ فوله تَعَالَى : فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ . وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ : وَظِلٍّ مَمْدُودٍ، وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ، وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ، لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ، وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ، إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً .

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Allah Ta'ala berfirman; 'Aku telah persiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati seseorang,  jika mau maka bacalah firman Allah Ta’ala; "Tak seorangpun mengetahui apa yang di rahasiakan bagi mereka (berbagai ni’mat yang menanti) dari penyejuk jiwa”.(Qs. As Sajdah 17). 

Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang penunggang kuda berjalan selama seratus tahun di bawah naungannya niscaya tidak akan dapat menembusnya”, jika mau maka bacalah; "Dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terhalang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung’”.(Qs. Al Waqi’ah 30-35).


KiatJitu.com - Diriwayatkan dari Mughirah bin Syu’bah radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; 

Nabi Musa bermunajat kepada Tuhannya; Wahai Tuhanku, semoga Engkau mengabarkan kepadaku tentang orang terakhir yang masuk surga dan berapakah bagiannya? 

Allah Ta’ala menjawab; Wahai Musa! Tidak akan tersisa seorang muslim pun dalam neraka kecuali seorang laki-laki yang kemudian Aku keluarkan dengan rahmat-Ku lalu dia berhenti dan berdiri di depan pintu surga. 

Lantas Aku berfirman kepadanya; Masuklah kedalam surga! 

Dia menjawab; Bagaimana aku akan masuk, sedangkan orang-orang telah mengambil tempat tinggal dan derajatnya masing-masing, sedikitpun tidak tersisa dan tidak ada tempat tinggal bagiku? 

Aku berfirman; Wahai hambaku! Apakah engkau ridla berada dalam surga dengan mendapatkan tempat tinggal seluas wilayah kekuasaan dua raja di dunia? 

Ia menjawab; Aku benar-benar ridla. 

Aku berfirman kepadanya; Masuklah ke dalam surga dan bagianmu adalah dua kali lipat dari itu. 

Kemudian Allah Ta’ala memberinya tempat tinggal seluas empat kerajaan dunia. Mushannif rahmatullahi ‘alaihi berkata; Empat kerajaan itu luasnya seperti Negara Khurasan, ‘Iraq, Yaman dan Syam. 

Mushannif rahmatullahi ‘alaihi melanjutkan; Shifat surga itu sangat banyak hingga tidak dapat di hitung. Namun di samping itu mesti di terangkan pula tentang nereka.


Neraka dan segala Siksa Yang Disediakan di Dalamnya


Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu; Ketika turun ayat; Dan sesungguhnya neraka jahannam itu benar-benar telah di janjikan kepada mereka semuanya. (Qs. Al Hijr 43).  

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menangis tersedu-sedu, lalu para shahabat juga menangis karena tangisan beliau, mereka tidak mengerti apa yang di bawa oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam dan seorangpun tidak ada yang berani untuk bertanya kepada beliau. 

Biasanya ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha, beliau akan merasa senang, maka berangkatlah ‘Abdurrahman bin ‘Auf menuju kediaman sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha.

Dalam riwayat sayyidina ‘Umar bin khaththab di sebutkan; ‘Abdurrahman bin ‘Auf menyampaikan salam; Assalaamu ‘alaiki ya binta rasulillahi (semoga keselamatan senantiasa dicurahkan atas diri engkau wahai puteri Rasulullah). 

Dari balik pintu Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha menjawab; Wa ‘alaikassalam, siapa kamu? 

Aku ‘abdurrahman bin ‘Auf, jawabnya. Wahai putera ‘Auf! Apa tujuanmu datang kemari? 

Abdurrahman bin ‘Auf menjawab; Aku meninggalkan Rasulullah ‘alaihissaltu wassalam dalam keadaan menangis sedih dan aku tidak mengerti apa yang di bawa oleh malaikat Jibril. 

Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha berkata; Pergilah dari sisiku hingga aku menambal bajuku dan pergi menemui Rasulullah ‘alaihissaltu wassalam, siapa tahu beliau mengabarkan kepadaku tentang apa yang di bawa oleh malaikat Jiril. 

Kemudian Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha memakai bulu kasar yang telah lapuk yang di tambal di dua belas tempat dan di jahit dengan lidi kurma. Begitu keluar dan ketika sayyidana Umar radliyallahu ‘anhu melihatnya, dia lantas meletakkan tangannya di atas kepalanya dan berseru; Oh..! Betapa sedihnya diriku melihat puteri Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam seperti ini, padahal puteri-puteri kaisar memakai pakaian sutera yang halus, sedangkan puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memakai bulu kasar yang telah lapuk yang di tambal di dua belas tempat dan di jahit dengan lidi kurma. 
Setelah Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha menjumpai beliau, dia berkata; Wahai Rasulallah! Apakah tuan tidak melihat bahwa ‘Umar heran melihat pakaianku? Demi Allah yang mengutus tuan dengan kemuliyaan! Sungguh, aku dan ‘Aly tidaklah memiliki sehelai alaspun selama lima tahun ini selaian kulit kambing gibas yang bila siang hari aku pergunakan untuk memberi makan unta, bila malam aku jadikan alas dan bila sobek aku menjahitnya dengan lidi kurma, sedangkan bantalku adalah kulit yang berisi daun kurma kering. 
Etika Penting Bagi Seorang Murid Dalam Menuntut Ilmu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Wahai ‘Umar! Tinggalkanlah puteriku, barangkali dia sedang gundah. 

Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha berkata; Jiwaku siap di jadikan sebagai tebusan tuan. Apakah gerangan yang membuat tuan menangis? 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; Bagaimana mungkin aku tidak akan menangis, sedangkan malaikat Jibril turun dengan membawa ayat; Dan sesungguhnya neraka jahannam itu benar-benar telah di janijkan kepada mereka semuanya. (Qs. Al Hijr 43).

Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha berkata; Wahai rasulallah! Kabarkanlah kepadaku tentang sebagian dari pintu neraka jahannam. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Wahai Fathimah! Sesungguhnya paling ringan-ringannya pintu neraka jahannam adalah 70 ribu gunung dari api, setiap gunung terdapat 70 ribu jurang dari api, setiap jurang terdapat sejuta jalan terjal dari api, setiap jalan terjal terdapat sejuta kota dari api, setiap kota terdapat sejuta istana dari api, setiap istana terdapat sejuta rumah dari api, setiap rumah terdapat sejuta kamar dari api, setiap kamar terdapat sejuta peti dari api, setiap peti terdapat 70 juta macam siksa dan setiap siksa tidak ada yang menyamainya. 

Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata; Lantas Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha jatuh pingsan seraya berkata; Sungguh celakalah bagi orang-orang yang masuk neraka.

Kemudian sayyidina ‘Umar radliyallahu ‘anhu berkata; Oh.. Alangkah bahagianya sekiranya aku menjadi kambing gibas yang di pelihara oleh keluargaku lalu mereka menyembelihku, memakan dagingku, memisah-misahkan anggotaku, menghancurkan tulang-tulangku dan aku tidak mendengar berita tentang neraka jahannam. 

Sayyidina Abu Bakar radliyallahu ‘anhu berkata; Oh.. Betapa bahagianya sekiranya aku menjadi seekor burung di tengah hutan yang memakan buah-buahan, minum air sungai, berlindung di cabang pepohonan, tidak ada hisab, tidak ada ‘adzab bagiku dan aku tidak mendengar berita tentang neraka. 

Sayyidina ‘Aly radliyallahu ‘anhu berkata; Oh.. Alangkah bahagianya sekiranya ibuku tidak melahirkanku, Oh.. Alangkah bahagianya sekiranya aku mati di saat masih kecil, Oh.. Alangkah bahagianya sekiranya aku menjadi rumput lalu di makan oleh hewan piaraan, Oh.. Alangkah bahagianya sekiranya binatang buas merobek-robek dagingku dan aku tidak mendengar berita tentang neraka.

Kemudian Salman radliyallahu ‘anhu pergi ke pekuburan Baqi’ Al Ghorqod lantas meletakkan tangannya di atas kepalanya seraya berseru dengan sekuat suaranya; Oh.. Betapa jauhnya perjalananku dan betapa sedikitnya bekalku. 

Lalu Bilal radliyallahu ‘anhu menjumpainya dan berkata; Wahai Salman kenapa aku melihatmu menangis sedih? 

Salman radliyallahu ‘anhu menjawab; Celakalah diriku dan dirimu wahai Bilal bilamana riwayat kita setelah memakai pakaian dari katun dan sutera kasar akhirnya kita memakai pakaian dari potongan api neraka. 

Salman radliyallahu ‘anhu melanjutkan; Celakalah diriku dan dirimu wahai Bilal bilamana riwayat kita setelah memeluk isteri-isteri kita akhirnya kita di gandeng dengan syaithan dalam satu belenggu. Celakalah diriku dan dirimu wahai Bilal apabila kita di beri minum air mendidih dari neraka jahannam dan di beri makan dari duri neraka jahannam.
Kalian Adalah Para Saksi Allah di Muka Bumi


HIKAYAT

Yang Mati Syahid Karena Mendengar Lantunan Al-Qur'an
(Mati Syahid Oleh Pedang Allah)

KiatJitu.com - Dari Manshur bin ‘Ammar ia berkata; 

Ketika aku singgah di salah satu jalan kampung di Kufah dalam rangka menunaikan hajiku, lalu di tengah malam yang sangat gelap aku merasa hendak buang hajat, maka aku pergi ke sebuah rumah, tiba-tiba aku mendengar seseorang berkata; Wahai Tuhanku! Demi kemuliyaan dan ke agungan-Mu. Sungguh aku tidak bermaksud dengan ke ma’shiyatanku untuk menentang perintah-Mu, dan ketika aku berbuat ma’shiyat bukanlah aku tidak tahu terhadap perintah dan larangan-Mu, namun kesalahan selalu menghampiriku dan menipuku dengan ampunan-Mu yang maha luas terhadapku dengan kebodohanku, dan celaka selalu membantuku untuk berbuat kesalahan hingga aku terjerumus dalam ke ma’shiyatan. Kini aku mengharap anugerah-Mu untuk menerima alasanku, sebab bila Engkau menolak alasanku dan tidak menyayangiku, alangkah lamanya aku berada dalam kesengsaraan dan siksa. 

Setelah berhenti, kemudian aku membacakannya ayat; Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak durhaka kepada Allah atas apa yang di perintahkan kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang di perintahkan.(Qs. At Tahrim 6). 

Lantas aku mendengar jeritan keras, teriakan dan gerakan, lalu berheti dan aku tidak mendengar suara lagi. Karena itu aku melanjutkan hajatku kemudian kembali ke tempat singgahku. 

Ke esokan harinya ketika aku kembali melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku mendengar suara tangisan dan melihat orang-orang berta’ziyah. 

Kemudian ada seorang wanita tua yang ternyata adalah ibu dari sang mayyit yang sedang menangis dan berkata; Semoga Allah Ta’ala tidak akan memberi balasan kebaikan kepada orang yang membunuh puteraku dengan membacakan ayat yang di dalamnya terdapat keterangan tentang ‘adzab disaat puteraku sedang menegakkan shalat, dan ketika mendengarnya, ayat tersebut terasa sangat dahsyat di hati puteraku hingga tersungkur dan mati. 

Manshur berkata; Kemudian aku melihat anak ibu tersebut dalam mimpiku dan aku berkata kepadanya; Apa yang Allah Ta’ala lakukan terhadapmu? 

Dia menjawab; Allah Ta’ala memperlakukan aku sebagaimana halnya Allah Ta’ala memperlakukan orang-orang yang mati syahid di waktu perang badar. 

Aku bertanya; Bagaimana itu bisa terjadi? 
Keutamaan Hari Jum'at Di sisi Allah Bagi Ummat Islam
Dia menjawab; Karena mereka mati terbunuh oleh perdang orang-orang kafir sedangkan aku mati terbunuh oleh pedang Allah Ta’ala yang maha pengampun.

Dilansir dari Kitab Usfuriyah


Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information