Persaudaraan Sahabat Abu Bakar Umar, Utsman dan Aly (Bantahan Terhadap Kaum Syi'ah)

HADITS KE DUA BELAS

Tidak Ada Pertengkaran Dan Pertentangan Di Surga dan Semua Bersaudara 

عَنْ عِكْرِمَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ سُئِلَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا عَنْ قَوْلِهِ تَعَالَى: وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُوْرِهِمْ مِنْ غِلٍّ . قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يُؤْتَى بِسَرِيْرٍ مِنْ يَاقُوْتَةٍ حَمْرَاءَ عِشْرِيْنَ مَيْلًا لَيْسَ فِيْهِ صَدْعٌ وَلَا فَصْلٌ مُعَلَّقٌ بِقُدْرَةِ اللهِ الْجَبَّارِ جَلَّ جَلَالُهُ فَيَجْلِسُ عَلَيْهِ أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ ثُمَّ يُؤْتَى بِسَرِيْرٍ مِنْ يَاقُوْتَةٍ صَفْرَاءَ عَلَى صِفَةِ السَّرِيْرِ الْأَوَّلِ فَيَجْلِسُ عَلَيْهِ عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ ثُمَّ يُؤْتَى بِسَرِيْرٍ مِنْ يَاقُوْتَةٍ خَضْرَاءَ عَلَى صِفَةِ الْأَوَّلِ فَيَجْلِسُ عَلَيْهِ عُثْمَانُ ابْنُ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ثُمَّ يُؤْتَى بِسَرِيْرٍ أَبْيَضَ عَلَى صِفَةٍ الْأَوَّلِ فَيَجْلِسُ عَلَيْهِ عَلِيُّ ابْنُ أَبِي طَالِبٍ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ ثُمَّ يَأْمُرُ اللهُ تَعَالَى الْأَسِرَّةَ أَنْ تَطِيْرَ بِهِمْ فِى الْهَوَاءِ فَطَارَتْ بِهِمْ الْأَسِرَّةُ إِلَى تَحْتِ ظِلِّ عَرْشِ اللهِ فَتَأْتِي عَلَيْهِمْ خَيْمَةٌ مِنَ الدُّرِّ الطَّيِّبِ لَوْ جُمِعَتْ أَهْلُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ السَّبْعِ وَكُلُّ مَا فِيْهِمَا مِنْ خَلْقِ اللهِ تَعَالَى لَكَانَتْ فِي زَوَايَةٍ مِنْ زَوَايَا تِلْكَ الْخَيْمَةُ ثُمَّ يُدْفَعُ إِلَيْهِمْ اَرْبَعُ كَأْسَاتٍ كَأْسٌ لِأَبِي بَكْرٍ وَكَأْسٌ لِعُمَرَ وَكَأْسٌ لِعُثْمَانَ وَكَأْسٌ لِعَلِيٍّ رِضْوَانُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ فَيُسْقَوْنَ النَّاسَ فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى : وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُوْرِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سَرِيْرٍ مُتَقَابِلِيْنَ،

Dari ‘Ikrimah radliyallahu ‘anhu ia berkata; Ibnu ‘Abbas di tanya tentang firman Allah Ta’ala; Dan Kami lenyapkan segala macam rasa dendam yang berada di dalam hati mereka. (Qs. Al Hijr 47). Ibnu ‘Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Apabila kiamat telah terjadi, Allah Ta’ala akan mendatangkan dipan dari yaqut merah yang panjang dan lebarnya sama-sama dua puluh mil, sedikitpun tidak ada retak dan sambungan berkat kekuasaan Allah yang maha perkasa lagi maha agung. Lantas Abu Bakar radliyallahu ‘anhu duduk di atasnya. Kemudian Allah Ta’ala mendatangkan dipan dari yaqut berwarna kuning dengan bentuk yang sama seperti yang pertama, lantas ‘Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu duduk di atasnya. Lalu Allah Ta’ala akan mendatangkan dipan dari yaqut yang berwarna hijau dengan bentuk yang sama seperti yang pertama, lantas ‘Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu duduk di atasnya. Dan Allah Ta’ala akan mendatangkan dipan dari yaqut yang berwarna putih dengan bentuk yang sama seperti yang pertama, lantas ‘Aly bin Abi Thalib karramallahu wajhah duduk di atasnya. Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan pada dipan-dipan itu terbang ke angkasa dengan membawa mereka. Lantas dipan-dipan tersebut terbang di bawah naungan ‘Arsy. Lalu di datangkan kepada mereka istana yang terbuat dari intan yang indah yang sekiranya seluruh penghuni tujuh langit dan tujuh bumi serta seluruh makhluq Allah ta’ala yang ada di dalamnya di kumpulkan, niscaya semuanya hanya berada di satu pojok dari beberapa pojok istana. Kemudian Allah Ta’ala memberikan gelas kepada Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Aly radliyallahu ‘anhum masing-masing satu gelas lantas mereka memberi minum kepada orang-orang. Itulah ma’na firman Allah Ta’ala; Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk di atas dipan-dipan berhadap-hadapan. (Qs. Al Hijr 47)


ثُمَّ يَأْمُرُ اللهُ تَعَالَى أَنْ تَمَخَّضَ بِأَمْوَاجِهَا وَتَقْذِفُ الرَّوَافِضَ وَالْكُفَّارَ عَلَى وُجُوْهِهِمْ فَيَكْشِفُ اللهُ عَنْ أَبْصَارِهِمْ ذَلِكَ الْوَقْتَ فَيَنْظُرُوْنَ إِلَى مَنَازِلِ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَأُمَّتِهِ فِى الْجَنَّةِ وَيَقُوْلُوْنَ هَؤُلَاءِ الَّذِيْنَ سَعِدَ بِهِمْ النَّاسُ وَشَقَيْنَا ثُمَّ يُرَدُّوْنَ إِلَى قَعْرِ جَهَنَّمَ ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لَايَبْقَى فِى النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنَ الْإِيْمَانِ إِلَّا يَخْرُجُ مِنْهَا بِشَفَاعَتِي

Kemudian Allah Ta’ala memberi titah kepada neraka jahannam agar menggerakkan ombaknya untuk menghempaskan kaum Rafidlah (orang-orang yang meninggalkan syari’at) dan orang-orang kafir di atas wajah-wajah mereka. 

Lalu pada saat itu Allah Ta’ala membuka mata mereka hingga dapat melihat derajat para shahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan ummatnya di dalam surga dan berkata; Mereka adalah para shahabat yang dengan lantaran mengikuti mereka orang-orang menjadi beruntung dan kita adalah orang-orang yang celaka. 

Lantas Allah Ta’ala mengembalikan mereka ke dalam dasar jurang neraka jahannnam. 

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Tidak satupun orang yang dalam hatinya terdapat ke imanan walau seberat biji sawi yang tetap tinggal dalam neraka, kecuali semuanya di keluarkan dengan mendapat syafa’at dariku”.

Syaikh Al Imam ‘Ala’uddin az Zanduwasti berkata dalam kitab Raudlatul ‘Ulama’: Aku mendengar Sa’d bin Muhammad Al Usturwasyani Al Faqih Az Zahid meriwayatkan dari Al Kalabi dari Abi Shalih dari Ibn ‘Abbas radliyallahu Ta’ala ‘anhu tentang firman Allah Ta’ala; Orang-orang yang kafir itu seringkali (di akhirat) menginginkan sekiranya mereka menjadi orang-orang muslim.(Qs. Al Hir 2).
Cara Allah Memberi Rizki dan Hikayah Taubatnya Ibrahim bin Ad-ham
Dilansir dari kitab Usfuriyah

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information