MAKALAH: SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

BAB I

PENDAHULUAN

Kepercayaan masyarakat Indonesia sebelum datangnya Islam telah mengalami beberapa kali peralihan. 

Pertama, nenek moyang bangsa Indonesia yang menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme. 

Kedua, Melalui perkembangan peradaban masyarakat Indonesia muncul kepercayaan baru yakni agama Hindu dan Budha.

Agama Hindu dan Budha menjadi kepercayaan nenek moyang masyarakat Indonesia sampai sekitar abad XV Masehi, sampai pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit,Sriwijaya,Singosari dan Pajajaran. Kebosanan masyarakat pada sistem Kasta yang menganggap manusia sebagai sesuatu tak berguna serta kemerosotan yang tajam dari berbagai kerajaan Hindu dan Budha merupakan jalan yang lebih mudah bagi para penyebar Agama Islam di Indonesia.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan tersebut diantaranya adalah :


  1. Terjadinya perebutan kekuasaan di kalangan keluarga keraton.
  2. Tidak adanya kerjasama antara satu kerajaan dengan kerajaan yang lain,bahkan terjadi persaingan antar kerajaan tersebut.
  3. Kebosanan daerah-daerah kekuasaannya terhadap pemerintahan pusat kerajaan,sehingga dengan kekacauan tersebut dimanfaatkan oleh daerah-daerah untuk mengembangkan potensi dan berbenah diri untuk melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan
  4. Sistim kasta yang mengelompokkan masyarakat menjadi berkelas-kelas dan tidak sederajat.

BAB II

TRANSMISI PENGETAHUAN KEISLAMAN DI INDONESIA

Pada waktu kerajaan Hindu/Budha mengalami kemerosotan dan sebaliknya masyarakat mengalami kemajuan baik dalam bidang Ekonomi maupun peradaban, masyarakat acuh terhadap kekacauan yang ada dalam keraton dan tidak lagi memperhatikan kebijakan-kebijakan pemerintah, khususnya kasta Waisya dan Kasta Sudra. Demikianlah keadaan masyarakat Indonesia sebelum datangnya Islam.

Tujuan utama kedatangan dan proses peng-Islaman terutama di hubungkan dengan faktor ekonomi yaitu melalui pelayaran dan perdagangan. 

Para pedagang dari berbagai Negara Arab yang datang ke Indonesia bukan semata untuk memperdagangkan barang dagangannya dan mencari bahan-bahan baru yang merupakan kebutuhannya, melainkan juga membawa tugas suci yakni menyebarkan agama Islam dengan cara damai.

Proses perkawinan antara pedagang Muslim dengan anak-anak bangsawan Indonesia,dapat mempercepat pembentukan dan perkembangan agam Islam dari satu keluarga menjadi satu lingkungan masyarakat.Proses peng- Islaman melalui jalur perkawinan Ternyata lebih cepat daripada proses sebelumnya (perdagangan).

Proses penyebaran Agama Islam juga terjadi melalui jalur pendekatan sosial budaya. Unsur-unsur budaya setempat seperti : tulisan, bahasa, arsitektur, kesenian, juga unsur-unsur budaya lainnya dengan nilai -nilai Islam.

Hal ini dilakukan para Mubaligh khususnya yang menyebarkan agama Islam di Sumatra dan Jawa. Di Sumatra terdapat istilah adat Makeuta, yaitu adat yang berlaku di kalangan masyarakat yang merupakan hasil perpaduan antara adat lokal atau adat yang berlaku sejak nenek moyang masyarakat Aceh dengan adat yang didasari nilai- nilai Islam.

Adat yang banyak dipengaruhi oleh Islam dapat terlihat pula dalam gending, nyanyian dan beberapa permainan anak kecil.

Setelah jumlah masyarakat Islam di Indonesia makin banyak bahkan telah mampu mendirikan suatu pemerintahan bercorak Islam,sehingga penyebaran Islam dapat dilakukan dengan lebih sempurna.

Dakwah Islam dilakukan dengan cara berceramah atau lebih dikenal dengan penyampaian ilmu secara komunikasi. Dalam melaksanakan sistem ceramah ini Mubaligh mendirikan beberapa lembaga seperti : Masjid, Surau dan pondok pesantren. Melalui lembaga-lembaga ini para Mubaligh Islam menyampaikan berbagai macam ilmu pengetahuan agama Islam dan membina masyarakat.

Kita dapat memperhatikan bagaimana para wali di Jawa melaksanakan dakwahnya. Diantaranya Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh pendiri lembaga pondok pesantren pertama di Jawa, Serta para Mubaligh-Mubaligh lain yang juga berjasa dalam dakwah Islam di berbagai daerah. Sistem kasta yang mengelompokkan masyarakat menjadi berkelas-kelas dan tidak sederajat.   

BAB III

PENUTUP



A. KESIMPULAN



Masuknya agama Islam ke Indonesia adalah dengan jalan damai, tidak dengan jalan kekerasan. Proses peralihan dari agama Hindu/Budha ke agama Islam melalui berbagai jalur yaitu perkawinan, perdagangan, sosial budaya, adat istiadat, kesenian dan sebagainya.

Hal ini menandakan bahwa agama Islam sangat luwes dan sesuai dengan nilai budaya tradisi lokal masyarakat indonesia, serta sesuai dengan sifat kemanusiaan.


B. REFERENSI


  1. Yatim, Badri, DR, M.A. Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
  2. Marwan Saridji, dkk. Drs., Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia, Jakarta, Dharma Bhakti,1983.
  3. Muntholib, Abd, dkk, H. Drs. Sejarah Kebudayaan Islam I, Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Jakarta, 1998


Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments