Keutamaan Hari Jum'at Di sisi Allah Bagi Ummat Islam

HADITS KE DELAPAN

عَنْ عَلِيِّ ابْنِ أَبِي طَالِبٍ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْلِسُ عَلَى كُلِّ بَابٍ مِنَ الْمَسْجِدِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ سَبْعُوْنَ مَلَكًا يَكْتُبُوْنَ النَّاسَ بِأَسْمَائِهِمْ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرَ مَنْ يُكْتَبُ رَجُلٌ جَاءَ حِيْنَ جَلَسَ الْإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَلَمْ يُؤْذِ أَحَدًا فِي مَجْلِسِهِ وَلَمْ يَقُلْ إِلَّا خَيْرًا فَذَلِكَ أَدْنَى أَهْلِ يَوْمِ الْجُمْعَةِ حَظًّا ، وَذَلِكَ الَّذِي يُغْفَرُ لَهُ مَا عَمِلَ مِنَ السَّيِّئَآتِ بَيْنَ الْحُمْعَتَيْنِ . الخبر بتمامه .

Dari sayyidina ‘Aly karramallahu wajhahu ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Pada hari jum’at di setiap pintu masjid terdapat 70 ribu malaikat yang duduk sambil mencatat nama orang-orang  yang datang ke masjid hingga orang yang terakhir di catat adalah orang yang datang ketika imam telah duduk di atas mimbar yang tidak menyakiti seorangpun di tempat duduknya dan tidak berkata kecuali perkataan yang baik. Orang itulah yang akan mendapatkan bagian ahli hari jum’at yang paling rendah dan dialah orang yang akan di ampuni segala kejelekannya yang telah di lakukan di antara dua jum’at”.


KiatJitu.com - Ketika Allah Ta’ala berfirman; Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seoarang khalifah di muka bumi”. 
Mereka berkata; Mengapa engkau hendak menjadikan khalifah di bumi orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?. 

Lantas Allah Ta’ala memurkai mereka dan berfirman; “Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang kalian tidak ketahui”.(Qs. Al Baqarah 30). 

Lalu para malaikat nerasa takut dan berthawaf di sekitar ‘Arsy sebanyak tujuh kali hingga Allah Ta’ala mengampuni mereka.

Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada mereka untuk membangun Ka’bah di muka bumi sehingga apabila anak Adam berdosa dan bertawaf di sekelilingnya sebanyak tujuh kali maka Allah Ta’ala akan mengampuni mereka sebagaimana Allah Ta’ala mengampuni para malaikat. 

Lalu para malikat turun dan membangun Ka’bah di muka bumi. Dan ketika terjadi banjir topan Allah Ta’ala mengangkatnya ke langit yang ke empat. Allah Ta’ala juga menciptakan menara di samping Ka’bah yang di beri nama Baitul Ma’mur. Panjang menara tersebut sejauh perjalanan 500 tahun. 

Apabila hari jum’at tiba, malaikat Jibril naik ke atas menara dan mengumandangkan adzan, kemudian malaikat Isrofil naik ke atas mimbar dan berkhutbah, lalu malaikat Mika’il yang mengimami para malaikat. 

Setelah selesai dari shalat, malaikat Jibril berkata; Apa yang aku peroleh dari pahalanya adzan, aku hibahkan kepada semua mu’adzdzin di muka bumi. 

Malaikat Isrofil berkata; Apa yang aku peroleh dari pahalanya khutbah, aku hibahkan kepada semua khotib di muka bumi, 

Malaikat Mika’il berkata; Apa yang aku peroleh dari pahalanya menjadi imam, aku hibahkan kepada semua imam di muka bumi 

Dan para malaikat berkata; Apa yang aku peroleh dari pahalanya berjama’ah shalat jum’at, aku hibahkan kepada semua orang yang melaksanakan shalat jum’at di belakang imam. 

Kemudian Allah Ta’ala berfirman; Wahai para malaikat-Ku! Apa kalian pikir, hanya kalian yang pemurah terhadap hamba-hamba-Ku? Padahal Akulah yang paling pemurah dari yang pemurah. 

Wahai malaikat-Ku! Saksikanlah oleh kalian bahwa Aku benar-benar mengampuni hamba-hamba-Ku. Yang demikian itu khusus bagi ummat ini, sedangkan ummat-ummat terdahulu tidak mendapatkan bagian dari itu semua.

HIKAYAT


Kiatjitu.com - Asy Syaikh Al Imam ‘Alimul Millah wad Din Az Zanduwasti berkata; Aku mendengar Al Imam Aba Muhmmad bin ‘Abdullah bin Fadlol menyampaikan sebuah hikayah di tengah-tengah pengajiannya dengan bahasa Paris; Dari Imam Al Awza’I ia berkata; Suatu hari Maisarah bin Hunais melintasi pekuburan, lalu dia mengucapkan;

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُوْرِ ! أَنْتُمْ لَنَا سَلَفٌ وَنَحْنُ لَكُمْ خَلَفٌ فَرَحِمَ اللهُ إِيَّانَا وَإِيَّاكُمْ وَغَفَرَ لَنَا وَلَكُمْ وَبَارَكَ اللهُ لَنَا وَلَكُمْ فِي الْقُدُوْمِ عَلَيْهِ إِذَا صِرْنَا إِلَى مَا صِرْتُمْ إِلَيْهِ .

(Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur. Kalian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian. Semoga Allah mengasihi kami dan kalian, mengampuni kami dan kalian serta memberkahi kami dan kalian di dalam kubur apabila kami telah menjadi seperti kalian).

Kemudian Allah Ta’ala mengembalikan ruh seorang laki-laki di antara mereka ke dalam jasadnya dan menjawabnya dengan lisan yang fashih; Sungguh beruntung kalian wahai penghuni dunia! Kalian mengerjakan haji setiap bulan sebanyak empat kali. 
Dengan Ilmu, Seseorang Akan Ditakuti Lawan Disegani Kawan
Maisarah berkata; Kemana kami harus mengerjakan haji setiap bulan sebanyak empat kali, semoga Allah Ta’ala mengasihimu? 

Dia menjawab; Pergi menjalankan shalat jum’at , apakah engkau tidak tahu bahwa jum’atan adalah haji yang mabrur (baik) dan maqbul? 

Maisarah berkata; Kabarkan kepadaku, apa yang harus aku kerjakan secara langgeng, semoga Allah Ta’ala mengasihimu? 

Dia menjawab; Wahai penghuni dunia! Istighfar adalah bermanfa’atnya sesuatu di akhirat. 
3 Point Utama Penyebab Ketaqwaan
Maisarah berkata; Apakah kiranya yang menghalangimu untuk menjawab salamku? 

Dia menjawab; Salam adalah suatu kebaikan dan kebaikan telah di angkat dari kami, maka tidak ada kebaikan yang bertambah bagi kami dan tidak ada kejelekan yang berkurang dari kami. 

Dia melanjutkan; Aku ridla kepada kalian wahai penghuni dunia dengan ucapan kalian; Rahimallahu fulaanan (Semoga Allah Ta’ala mengasihi fulan).
Buah Ketaqwaan Baik di Dunia Dan Akhirat
Asy Syaikh Al Imam ‘Alimul Millah wad Din Az Zanduwasti berkata; Aku mendengar Abu Manshur berkata; Allah Ta’ala memberikan hari Sabtu kepada Nabi Musa‘alaihissalam, hari Ahad di berikan kepada Nabi ‘Isa‘alaihissalam, hari Senin di berikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, hari Selasa di berikan kepada Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, hari Rabu di berikan kepada Nabi Ya’qub ‘alaihissalam, hari Kamis di berikan kepada Nabi Adam ‘alaihissalam, dan tinggallah hari jum’at bagi Allah Ta’ala. 

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: Wahai Tuhanku! Manakah bagian ummatku dari-Mu? 
Semasa Hidup Sebagai Tukang Penipu, Ketika Mati Masih Bisa Menipu Malaikat
Allah Ta’ala berfirman; Wahai Muhammad! hari jum’at dan surga adalah bagi-Ku, dan akan Aku berikan kepada ummatmu, Aku ridla hari jum’at dan surga sebagai hadiyah bagi mereka.

Dilansir dari kitab Usfuriyah


Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information