Keistimewaan Surat Al-Ikhlas dan Hikayat Mayit dibebas Hutangnya

HADITS KE ENAM BELAS

Keistimewaan Membaca Surat Al-Ikhlas

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ إِلَى آخِرِهِ بَعْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ عَشْرَ مَرَّاتٍ لَمْ يَصِلْ إِلَيْهِ ذَنْبٌ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ وَإِنْ جَهَدَ الشَّيْطَانُ وَهِيَ السُّوْرَةُ الْمَكِّيَّةُ وَهِيَ اَرْبَعُ آيَاتٍ وَخَمْسَ عَشْرَةَ كَلِمَةً وَسَبْعَةٌ وَأَرْبَعُوْنَ حَرْفًا .

Dari sayyidina ‘Aly bin Abi Thalib karramallahu wajhahu bahwasanya ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Barangsiapa yang membaca ‘Qul Huwallaahu Ahad’ dan seterusnya setelah shalat subuh sebanyak sepuluh kali, maka tidak akan sampai kepadanya suatu dosa pada hari itu walaupun setan berupaya dengan sungguh-sungguh. Ia adalah surat Makkiyyah (termasuk surat-surat yang di turunkan di Makkah) yang terdiri dari empat ayat, lima belas kalimat dan 47 huruf”.

وَعَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاُة وَالسَّلَامُ قَالَ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْإِخْلَاصِ مَرَّةً وَاحِدَةً أُعْطِيَ مِنَ الْأَجْرِ كَمِثْلِ أَجْرِ مِائَةِ شَهِيْدٍ .

Dari Ubai bin Ka’b radliyallahu Ta’ala ‘anhu dari Nabi ‘alaihishshalatu wassalam beliau bersabda; “Barangsiapa yang membaca surat Al Ikhlash satu kali, maka ia akan di beri pahala seperti seratus pahala orang yang mati syahid”.


وَعَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ مَرَّةً وَاحِدَةً فَكَأَنَّمَا قَرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ وَمَنْ قَرَأَهَا مَرَّتَيْنِ فَكَأَنَّمَا قَرَأَ ثُلُثَيِ الْقُرْآنِ وَمَنْ قَرَأَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ وَمَنْ قَرَأَهَا إِحْدَى عَشْرَةَ مَرَّةً بَنَى اللهُ تَعَالَى لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ مِنْ يَاقُوْتَةٍ حَمْرَاءَ .

Dari Anas bi Malik radliyallahu Ta’ala ‘anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Barangsiapa yang membaca ‘Qul Huwallaahu Ahad’ satu kali, maka ia seperti membaca sepertiganya Al Qur’an, barangsiapa yang membacanya dua kali, maka ia seperti membaca dua pertiganya Al Qur’an, barangsiapa yang membacanya tiga kali, maka ia seperti membaca semua Al Qur’an dan barangsiapa yang membacanya sebanyak sebelas kali, maka Allah Ta’ala akan membangunkan rumah untuknya di surga yang terbuat dari yaqut merah”.


Sebab Turunnya Surat Al-Ikhlas

Kiatjitu.com - Adapun sebab-sebab di turunkannya ayat ini, Ubai bin Ka’b, Jabir bin ‘Abdullah, Abu Al ‘Aliyah, Syi’bi dan ‘Ikrimah radliyallahu ‘anhum berkata; Kaum kafir Makkah berkumpul dan menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, di antara mereka adalah ‘Amir bin Thufail, Zaid bin Qais dan lain-lainnya, mereka berkata; Wahai Muhammad! jelaskan kepada kami shifat-shifat Tuhanmu, apakah dari emas, perak besi atau tembaga, jika Tuhan kami terbuat dari barang-barang tersebut? 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Aku adalah utusan Allah dan tidak ada suatu apapun yang menyamai Allah dan aku tidak mengatakan-Nya berupa sesuatu dari pihak diriku sendiri. 

Kemudian Allah Ta’ala menurunkan surat ini. Allah Ta’ala berfirman; “Katakan (wahai Muhammad); Dia-lah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang semua makhluq bergantung kepada-Nya. Dia tiada beranak dan tidak pula di peranakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan dia”. (Qs. Al Ikhlash 1-4).

Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata; Ma’na “Ashshamad” adalah; Dzat yang tidak memiliki perut, tidak makan dan tidak minum. Seandainya Allah Ta’ala memiliki perut, tentu Allah Ta’ala membutuhkan sesuatu, dan demikian itu adalah muhal. Allah Ta’ala tidak butuh pada suatu apapun bahkan seluruh makhluqlah yang butuh kepada-Nya.

Dalam sebuah riwayat di sebutkan bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak pergi ke Madinah, orang-orang kafir Makkah berkumpul di Darun Nadwah (yaitu tempat mereka berkumpul untuk merundingkan sesuatu) yang berada di kawasan pendopo Abu Jahal. 

Mereka berkata; Barangsiapa yang membawa Muhammad atau kepalanya kepada kami, kami akan memberinya seratus unta merah yang hitam bola matanya. 

Lantas seorang laki-laki bernama Suraqah bin Malik berdiri dan berkata; Akulah yang akan membawa Muhammad kepada kalian. 

Setelah mereka sepakat untuk menanggung seratus unta untuk Suraqah, lantas Suraqah pergi mengejar Nabi ‘alaihishshsalatu wassalam. Begitu melihatnya, dia langsung menghunus pedangnya untuk membunuh Nabi ‘alaihishshsalatu wassalam. 

Kemudian Allah Ta’ala menundukkan bumi untuk taat kepada perintah Nabi ‘alaihishshsalatu wassalam, lalu beliau memerintahnya, dan bumi segera menahan serta menelan kaki kuda Suraqah hingga ke lututnya. 

Lantas Suraqah merengek-rengek dan berkata; Wahai Muhammad! Tolong, selamatkan aku, selamatkan aku. 

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a dan Allah Ta’ala mengabulkan do’a beliau dan menyelamatkan Suraqah hingga dia dapat berjalan, namun sesa’at kemudian Suraqah kembali menghunus pedangnya hendak membunuh beliau, tapi sayang bumi segera menelan kaki kudanya sampai ke pusarnya. Suraqah berkata; Tolong selamatkan aku, setelah itu aku tidak akan mengulanginya lagi. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a hingga Allah Ta’ala menyelamatkan Suraqah. 

Lantas Suraqah turun dari kudanya, pergi menghampiri unta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari depan lalu duduk dan berkata; Wahai Muhammad! Siapakah Tuhanmu, sehingga Dia memiliki kekuasaan seperti ini? Apakah dari emas? 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menundukkan kepalanya dan diam sesaat. Kemudian malaikat Jibril turun dan berkata; Katakan wahai Muhammad! Dia-lah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang semua makhluq bergantung kepada-Nya. Dia tiada beranak dan tidak pula di peranakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan dia”. (Qs. Al Ikhlash 1-4).

Katakan; (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan kamu dari jenis kamu sendiri berpasang-pasangan dan jenis binatang ternak berpasang-pasangan (pula), Dia menjadikan kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. Asy Syura 11).


HIKAYAT

Karomah Mayit yang Membaca surat Al-Ikhlas dan juga dibebaskan Hutangnya 

Suatu ketika, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di depan pintu Madinah, tiba-tiba di datangkan jenazah seorang laki-laki, lantas Nabi ‘alaihisshalatu wassalam bersabda; “Apakah dia memiliki hutang?” 

Para shahabat menjawab; Dia memiliki hutang empat dirham. 

Beliau bersabda; “Shalatlah kalian atasnya, sesungguhnya aku tidak akan menshalati orang yang memiliki hutang empat dirham lalu mati dan hutangnya belum di bayar ”
Cara Allah Memberi Rizki dan Hikayah Taubatnya Ibrahim bin Ad-ham
Kemudian malaikat Jibril ‘alaihissalam turun dan berkata; ‘Wahai Muhammad! sesungguhnya Allah Ta’ala menyampaikan salam untukmu dan berfirman; Aku telah mengutus Jibril dengan berupa anak Adam dan melunasi hutang orang tersebut, Dia berfirman; Berdirilah dan shalatilah dia, karena dia telah di ampuni, dan Dia berfirman; Barangsiapa yang shalat atas jenazah tersebut maka Allah Ta’ala akan mengampuninya’. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya; Wahai saudaraku! Wahai Jibril! Dari manakah dia mendapatkan karomah seperti ini? 

malaikat Jibril ‘alaihissalam menjawab; Karena setiap harinya dia membaca surat; Qul Huwallahu Ahad sebanyak seratus kali, sebab di dalamnya menjelaskan tentang sifat-sifat Allah Ta’ala dan pujian kepada-Nya. 
Kalian Adalah Para Saksi Allah di Muka Bumi
Allah Ta’ala berfirman; Barangsiapa yang membaca satu kali seumur hidupnya, dia tidak akan keluar dari dunia hingga melihat tempat tinggalnya di surga, terutama bagi orang yang membacanya setiap hari dalam shalat lima waktu, maka Allah Ta’ala akan memberi syafa’at kepadanya kelak di hari kiamat dan kepada semua kerabatnya yang berkewajiban untuk masuk neraka.

Siapakah Hamba Yang Paling Buruk di Sisi Allah? Beserta Hikayat
Keistimewaan Surat Al-Ikhlas dan Hikayat Mayit dibebas Hutangnya
7 Adab Seorang Guru dalam menghasilkan Murid Teladan Sejati

Dilansir dari Kitab Usfuriyah


Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information