Keajaiban Shodaqoh dan Kisah Mengharukan antar Sahabat Ali dan Sayyidah Fathimah

HADITS KE SEBELAS

Kisah Sahabat Ali dan Keajaiban Shodaqoh yang Terjadi Padanya


Kiatjitu.com - Dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya dari kakeknya. Ja’far berkata; Kakekku telah menyampaikan khabar kepadaku ia berkata; Suatu hari ketika sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah pulang dari kediaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia melihat sayyidah Fathimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk merangkai bulu dan di sebelahnya ada Salman yang sedang memisah-misahkannya, lalu aku berkata kepadanya; Wahai sebaik-baik wanita! Apakah engkau memiliki sesuatu yang dapat di makan oleh suamimu?


Dia menjawab; Demi Allah! Aku tidak memiliki suatu apapun kecuali uang enam dirham yang aku dapatkan dari Salman karena aku merangkaikan bulu untuknya dan aku hendak membelanjakannya untuk membeli makanan buat Hasan dan Husain radliyallahu ‘anhuma.


Sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah berkata; Wahai sebaik-baiknya wanita! Serahkanlah uang itu kepadaku.


Lalu sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha menyerahkan uang itu ke tangannya, lantas sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah pergi untuk membeli makanan.


Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang berdiri dan berkata; Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah yang Maha Pelindung lagi Maha Memnuhi janji?


Kemudian sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah mendekatinya dan memberikan uang enam dirham itu kepadanya, lalu dia pulang kerumahnya dengan tangan kosong.


Ketika sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha melihatnya pulang dengan tangan kosong dia menangis, lantas sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah berkata kepadanya; Wahai sebaik-baik wanita! Apakah gerangan yang membuatmu menangis?


Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha berkata; Wahai putera paman Rasulullah! Apakah kiranya yang membuatku melihatmu pulang dengan tangan kosong?


Jawabnya; Wahai sebaik-baik wanita! Aku telah menghutangkan uang itu kepada Allah Ta’ala.


Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha berkata; Sungguh engkau benar-benar telah mendapatkan pertolongan.


Kemudian sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah keluar rumah hendak menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.


Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang A’rabi yang sedang menuntun seekor unta dan Sayyidina ‘Ali mendekatinya lalu ‘A’rabi berkata; Wahai Abul Hasan! Belilah unta ini dariku.


Sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah berkata: Aku tidak memiliki sesuatu.


A’rabi berkata; Aku akan menjualnya kepadamu dengan cara bayar di belakang.


Sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah berkata: Akan engkau jual berapa?


A’rabi menjawab; 100 dirham.


Sayyidina ‘Aly karramallahu wajhah berkata; Lantas aku membelinya, setelah itu tiba-tiba ada orang A’rabi lain menghampiriku dan berkata; Wahai Abul Hasan! Apakah engkau hendak menjual untamu?


“Ya” jawab sayyidina ‘Aly.


A’rabi bertanya; Dengan harga berapa?


Sayyidina ‘Aly menjawab; 300 dirham.


A’rabi berkata; Baik aku beli untamu.


Lalu A’rabi membayarnya 300 dirham dengan tunai.


Kemudian sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah mengambil tali kekang untanya dan menyerahkannya kepada A’rabi lantas pulang kerumahnya.


Ketika melihatnya, sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha tersenyum dan berkata; Apa ini wahai Abul Hasan?


Sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah menjawab; Wahai puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam! Aku membeli seekor unta seharga 100 dirham dengan bayar di belakang dan aku menjualnya dengan harga 300 dirham tunai.


Sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha berkata; Sungguh engkau bemar-benar telah mendapatkan pertolongan.


Lalu sayyidina ‘Ali karramallahu wajhah pergi meninggalkan sayyidah Fathimah radliyallahu ‘anha hendak menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.


Begitu melewati pintu masjid, dan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya, beliau tersenyum. Kemudian setelah sampai dan mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apakah engkau yang akan mengabarkan kepadaku, ataukah aku yang akan mengabarkan kepadamu?”.


Tidak, bahkan engkau saja yang mengabarkan kepadaku wahai Rasulullah!.


Beliau bersabda; “Apakah engkau tahu siapakah A’rabi yang menjual unta kepadamu dan siapakah A’rabi yang membeli unta darimu?”.


Sayyidina ‘Ali menjawab; Hanya Allah dan Rasulnya yang tahu.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sungguh beruntung, beruntung dan beruntunglah engkau wahai ‘Aly, engkau telah memberi hutang kepada Allah Ta’ala sebesar enam dirham, dan Allah Ta’ala membalasmu dengan 300 dirham sebagai ganti dari setiap dirhamnya 50 dirham. Adapun A’rabi yang pertama itu adalah malaikat Jibril dan yang kedua adalah malaikat Israfil ‘alaihimassalam”.


Menurut riwayat yang lain; A’rabi yang pertama adalah malaikat Jibril dan yang kedua adalah malaikat Mika’il ‘alaihimassalam.


HADITS YANG LAIN

Keajaiban Shodaqoh Dan Suara Shodaqoh Ketika Lepas Dari Tangan

مِنَ الْمَسْمُوْعَاتِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ اَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّمْ اَلصَّدَقَةُ اِذَا خَرَجَتْ مِنْ يَدِ صَاحِبِهَا وَقَعَتْ فِي يَدِ اللَّهِ قَبْلَ أَنْ تَقَعَ فِي يَدِ السَّائِلِ فَتَـتَكَلَّمَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ اَوَّلُهَا تَقُوْلُ كُنْتُ قَلِيْلَةً فَكَثَّرْتَنِى وَكُنْتُ صَغِيْرَةً فَكَبَّرْتَنِى وَكُنْتُ عَدُوًّا فَاحْبَبْتَـنِى وَكُنْتُ فَانِيًا فَابْقَيْتَـنِى وَكُنْتَ حَارِسِي اَلْآنَ صِرْتُ حَارِسَكَ


Dari sayyidina ‘Aly ridliyallahu ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Apabila sodaqoh telah keluar dari tangan orang yang bersodaqoh, maka sodaqoh tersebut akan berada di tangan Allah sebelum sampai ke tangan orang yang menerimanya lalu berbicara dengan lima kalimat, pertama; Aku adalah sedikit, semoga Engkau menajadikan aku banyak. Aku adalah kecil, semoga Engkau menajadikan aku besar. Aku adalah musuh, semoga Engkau menjadikan aku kekasih. Aku adalah fana, semoga Engkau menajadikan aku abadi. Dulu engkau menjagaku, namun kini aku akan menjadi penjagamu”.


وَرُوِيَ عَنْ مَكْحُوْلٍ الشَّامِى رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِ قَالَ اِذَا تَصَدَّقَ الْمُؤْمِنِ بِصَدَقَةٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ وَنَادَتْ جَهَنَّمُ يَا رَبِّ اِئْذَنْ لِى بِالسُّجُوْدِ شُكْرًا لَكَ فَقَدْ اَعْتَقْتُ وَاحِدًا مِنْ اُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّمْ مِنْ عَذَابِى لِأَنِّى اَسْتَحْيِى مِنْ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّمْ اَنْ اُعَذِّبَ اَحَدًا مِنْ اُمَّتِهِ وَلَا بُدَّ لِى مِنْ طَاعَتِكَ

Diriwayatkan dari Makhul As Syamy rahmatullahi ‘alaihi ia berkata; “Apabila seorang mu’min bersodaqoh dengan sodaqoh yang baik, maka sebab sodaqoh itu Allah Ta’ala ridla terhadap orang tersebut dan neraka jahannam memanggil-manggil; Wahai Tahanku! Ijinkanlah aku untuk bersujud karena bersyukur kepada-Mu karena aku benar-benar memerdekakan seseorang dari ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari siksaku karena aku malu terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyiksa salah seorang dari ummatnya dan aku harus taat kepada-Mu”.


Ayat; Ambillah sebagian dari harta mereka sebagai sodaqoh yang membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu adalah ketenteraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi maha mengetahui.(Qs at Taubah 103), diturunkan untuk menjelaskan tentang keutamaan sodaqoh.


Allah Ta’ala berfirman; Apakah mereka tidak mengetahui bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima sodaqoh? (Qs. At Taubah 104). Sesungguhnya Allah Ta’ala menerima sodaqoh sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerimanya dari orang-orang mu’min.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliyallahu ‘anhuma ia berkata dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; Ketika ayat ini turun; Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat semut pudakpun, niscaya dia akan melihat balasannya. (Qs. Al Zazalah 7).

Aku berkata; Wahai Tuhanku! Ini adalah sedikit bagi ummatku.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman; Jika engkau menganggapnya sedikit, maka akan Aku jadikan satu kebaikan dibalas dengan dua kebaikan.


Inilah ma’na firman Allah Ta’ala; Mereka akan di beri pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka.(Qs, al Qashash 54).

Aku berkata; Wahai Tuhanku!; Ini masih sedikit bagi ummatku.

Allah Ta’ala berfirman; Aku akan menjadikan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat kebaikan.

Inilah ma’na firman Allah Ta’ala; Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat kebaikan semacamnya.(Qs. Al An ‘am 160).

Aku berkata; Wahai Tuhanku! Inipun masih sedikit bagi ummatku.

Allah Ta’ala berfirman; Aku akan menjadikan satu kebaikan dibalas dengan 700 kebaikan.

Inilah ma’na firman Allah Ta’ala; Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkantujuh bulir dan tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang di kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Qs. Al Baqarah 261).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Wahai Tuhanku, Tambahkan untuk ummatku!.

Kemudian turunlah ayat; Barangsiapa yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. (Qs. Al Baqarah 145).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Wahai Tuhanku, Tambahkan lagi untuk ummatku!.

Kemudian turunlah ayat; Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang di cukupkan pahala mereka tanpa batas. (Qs. Az Zumar 10).

Dalam sebuah khabar di sebutkan; “Barangsiapa yang bersodaqoh dengan sebiji buah kurma, maka kelak pada hari kiamat dia akan menemukan pahalanya seberat gunung Uhud”.

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information