MAKALAH: AWAL PERTUMBUHAN ISLAM

KATA PENGANTAR


Kiatjitu.com - Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dankarunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi, penulisan maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, segalakritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan laporan kerja praktek ini lebihlanjut, akan penulis terima dengan senang hati. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasihkepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini.Akhirnya, tiada gading yang tak retak, meskipun dalam penyusunan makalah ini penulis telah mencurahkan semua kemampuan, namun penulis sangat menyadari bahwahasil penyusunan makalah ini jauh dari sempurna dikarenakan keterbatasan data danreferensi maupun kemampuan penulis.

Nabi Muhammad adalah sosok terpopuler seteleh Beliua di utus oleh Allah SWT sebagai nabi terakhir. Beliau membawa penerangan bagi semua umat di dunia ini dan menjadi penyempurna agama-agama sebelumnya. Namanya sering disebut-sebut, keluhuran budi pekertinya menjadi suri tauladan bagi semua umat. Beliau lahir di tengah-tengah masyarakat arab jahiliah. Saat Rosul berusaha menerangi dan meluruskan banyak yang menentangnya. Walaupun demikian Rosul tetap berusahaterus menerus. Dan akhirnya Beliau berhasil 

AWAL PERTUMBUHAN ISLAM


BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG


Sering kita mendengar bahwa peristiwa masa lalu bisa dijadikan sebagai jas merah, sebenarnya maksud dari kata jas merah itu sendiri adalah “jangan sampai melupakan sejarah”. Apalagi kita sebagai orang Islam tentunya harus paham akan sejarah perkembangan islam di masa lalu. Hal ini perlu agar kita mampu menganalisa dan mengambil ibrah/hikmah dari setiap peristiwa yang pernah terjadi. 

Dalam makalah kali ini akan dibahas mengenai Awal Pertumbuhan Islam fase Mekkah dan Madinnah. Dan tim penulis dengan segenap kemampuan pengetahuan akan membahas tentang perkembangan dan Pertumbuhan Islam di Mekkah dan Madinnah dalam bab Pembahasan.

Dengan segala keterbatasan tim penulis, maka dalam makalah ini tidak akan dijabarkan satu persatu secara rinci, tapi akan dibahas inti dari Sejarah Perkembangan Islam fase Mekkah dan Madinnah pada waktu itu.

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun yang menjadi rumusan masalah sebagaimana tertuang
dalam kata pendahuluan, meliputi:
1. Bagaimana Awal Pertumbuhan Islam serta perjuangan yang ditempuh oleh Nabi Muhammad SAW beserta sahabat dalam menyiarkan Islam ?
2. Bagaimana Awal Pertumbuhan Islam yaitu membahas mengenai Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari mekkah ke Madinnah ?

Demikianlah sedikit gambaran mengenai isi makalah ini yang tim penulis buat dengan metode literatur kaji pustaka terhadap buku-buku yang berhubungan dengan tema makalah yang kami buat dan berdasar pada diskusi yang kami lakukan.

BAB II

PENGANGKATAN NABI MUHAMMAD MENJADI RASUL




Keadaan kota Makkah sebelum kenabian Muhammad SAW sungguh sangat memprihatinkan sekali, semua orang kala itu berada pada titik seperti hewan. Orang-orang miskin dihina, bahkan juga wanita hanyalah sebuah pemuas nafsu belakan dan sebagai pelengkap kehidupan di dunia, pendewaan kepada para dewa-dewa dan juga adanya skat-skat status sosial sangat memberi kontribusi besar akan kerusakan moral kala itu. Melihat kegelapan pada umatnya, Muhammad merasa prihatin dan mengundurkan (mengasingkan) diri dari keramaian, bertahanus menyepi di gua Hira’ di puncak gunung Nur di luar kota Makkah. Hal itu dilakukan oleh Beliau agar mendapat petunjuk dari Yang Maha Kuasa, dan hal tersebut berhasil dengan datangnya malaikat Jibril pada tanggal 17 Ramadhan, dan Rasulullah SAW mendapatkan wahyu yang pertama, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5, yang artinya :

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-‘Alaq 1-5)

Sebegitu kagetnya, Nabi Muhammad dengan kedatangan malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu kepada beliau, badan Beliau menggigil ketika pulang ke rumah istrinya tercinta. 

Istrinya, Khadijah dengan bijaksananya ikut merasakan apa yang terjadi pada suaminya. Pergilah Khadijah menemui Waraqah Ibnu Naufal, anak pamannya yang ahli kitab (Nasrani) yang telah menerjemahkan sebagian Injil ke bahasa Arab, dan menanyakan kepadanya; gerangan apa yang tersembunyi di balik peristiwa yang belum pernah dialami oleh Muhammad sebelumnya.

Waraqah menjawab bahwa; Muhammad telah menerima Namus (Undang-undang atau Kitab, berasal dari bahasa Yunani noms sebagaimana dikatakan oleh Montogomery Watt), besar seperti yang diterima Musa. Dengan itu, maka Muhammad akan didustakan banyak orang, seperti disiksa, diusir, dan diperangi.

Dengan wahyu pertama itu nabi Muhammad belum diutus untuk mendakwahkan apa yang beliau terima. Dengan keadaan yang masih menggigil dan berselimut, nabi Muhammad mendengar suara gemerincing yang keras yang tidak pernah beliau dengar sebelumnya, ialah surat Al-Mudasir ayat 1-7, yang artinya :

1. Hai orang yang berkemul (berselimut),
2. Bangunlah, lalu berilah peringatan!
3. Dan Tuhanmu agungkanlah!
4. Dan pakaianmu bersihkanlah,
5. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
6. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (QS. Al-Mudatsir : 1-7)


Dengan turunya ayat tersebutlah nabi Muhammad SAW diangkat sebagai Rasul yang harus berdakwah, mengajak umatnya untuk mengagungkan nama Tuhan, meninggalkan penyembahan terhadap berhala dan membersihkan jiwa dan raga

BAB III

STRATEGI DAKWAH RASULULLAH


Rasulullah Saw adalah contoh terbaik, dalam menggerakkan dan mengelola dakwah. Keberhasilannya dalam mengajak manusia kepada agama Allah, terhitung spektakuler. Dengan tidak memakan waktu yang lama, yaitu dalam kurun waktu kurang lebih 23 tahun beliau telah berhasil mengajak memtauhikan mayoritas orang arab yang sebelumnya mayoritas menyembah berhala, yang imbasnya secara alamiah dari generasi ke generasi Islam telah menyebar ke seantero jagad. 

Jumlah populasi muslim dunia, kini yang mencapai kurang lebih 1.5 milyar tak lepas dari kiprah beliau selama 23 tahun tersebut.

Keberhasilan dakwah Rosulullah kala itu tidak lepas dari seruan ajakan yang berlandaskan pada memberi kabar gembira dan ultimatum, seperti yang dituturkan di dalam al-qur'an, Allah berfirman :
"Serulah kepada Allah atas dasar basyiroh, aku dan orang-orang yang mengikutiku. Maha suci Allah, aku tiada termasuk orang-orang musyrik" ( Yusuf ;108 )”

Beberapa mufassir memberikan keterangan , yang dimaksud ‘ala basyiroh pada ayat diatas adalah ‘ala sunnah atau ala ilmin , maknanya ; dakawah kepada Allah hendaklah berdasar sunnah rasul-Nya. Perintah ini sangatlah logis, sebab telah terbukti dalam lembar sejarah Muhammad Saw sebagai rasul terakhir benar-benar telah berhasil dengan gemilang menjadikn Islam sebagai rahmatan lil alamin. 

Seorang peneliti barat bernama Michael Hurt, telah melakukan sebuah penelitian yang mendalam tentang siapakah orang paling berpengaruh yang pernah ada di dunia ini, akhirnya Michael Hurt menempatkan Muhammad Saw pada urutan pertama dari 100 tokoh dunia yang paling berpengaruh.

Tulisan berikut ini akan menyajikan secara garis besar sejarah Rasulullah Saw dalam dakwah, sehingga pengaruh dakwah dari Rasulullah hingga sampai pada kita seperti sekarang ini.
Fase Dakwah Rasulullah. 

Para ahli sejarah mencatat, bahwa dakwah rasulullah terbagi menjadi ada dua tahapan, dakwah sirriyah dan dakwah jahriyyah. Pada awal berdakwah, Rosulullah berdakwah secara sirri, dan hal ini berlangsung selama kurang lebih 3 tahun di awal masa kenabian, dan awal berdakwah secara jahri diawali setelah turunnya surat Al-Hijr ayat ; 92.

Keberhasilan dakwah rasulullah yang paling menonjol pada masa dakwah sirriyah, dapat diringkas ada 3 strategi penting dan sangat mendasar , antara lain;

a) Dakwah dengan cara rekruitment ( ad-da’wah ‘alal isthifa’ ).

Rekrutment pertama kali yang dilakukan oleh Rosulullah adalah istrinya sendiri Khadijah, dan dari kalangan saudara adalah Ali bin Abi Thalib, dan dari kalangan tokoh masyarakat adalah Abu Bakar As-shidiq. dari tiga orang yang awal memeluk islam inilah dimulainya perjalanan misi islamisasi terhadap kaum kafir quraisy, yang paling besar berperan dalam dakwah awal-awal islam adalah peran istri nabi, yaitu Khadijah, dalam penyampaian dakwah keislaman, Khadijah secara totalitas mendukung dakwah beliau dengan pertaruhan total seluruh harta, jiwa dan raganya, tak hanya itu, Abu Bakar juga berperan menyampaikan misi nabi Muhammad para tokoh kaum quraisy. 

Menurut Ibnu Ishak sebagai seorang ahli sejarah berpendapat, masuk Islamnya Abu Bakar ( Ibnu Qohafah ) memberikan sumbangsih keberhasilan yang gemilang, Abu bakar berhasil mengislamkan para pemuka-pemuka quraisy ke dalam barisan dakwah rasulullah, antara lain ; Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam , Saad bin Abi Waqas dan Thalhah bin Ubaidillah. Dari Keenam sahabat inilah terbentuklah sebuah istilah generasi assabiquunal awwalun ( generasi pertama Islam ).

b) Dakwah dengan melibatkan para kaum wanita.  

Rasulullah melihat bahwa keterlibatan kaum wanita adalah hal yang niscaya, karena kaum wanita sesungguhnya memiliki kekuatan dahsyat, apabila ini diperdayakan untuk gerakan dakwah maka akan menghasilkan hasil yang sangat besar. 

Dua orang wanita yang sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan awal-awal islam adalah  Khadijah dan Asma binti Abu Bakar. Dari kedua wanita inilah secara bertahap istri-istri tokoh terkemuka kaum quraisy  masuk Islam, dan diantaranya adalah bibi Rasulullah dari jalur bapaknya.

c) Dakwah difokuskan pada pembinaan aqidah.

Pembinaan aqidah pada masa awal risalah difokuskan di rumah salah seorang sahabat yang bernama Arqom bin Abil Arqom, di pinggiran kota Makkah. di dari sinilah Rosulullah mengatur strategi berdakwah, dan di rumah ini pulalah Umar bin Khattab mengikrarkan diri masuk islam.

hal-hal yang mendoronga Keberhasilan dakwah rasulullah pada masa dakwah jahriyah, antara lain: 

a) Dakwah kepada kerabat ( da’watul aqrobin ). 

Pertemuan-pertemuan atar saudara dan keluarga oleh Rosulullah dijadikan sarana untuk mengajak para kerabatnya kepada pentahidah, baik saudara atau kerabat yang menonjol dikalangan masyarakat quraiys atau yang tidak menonjol. dari kalangan kerabat yang berhasil di ajak oleh Rasulullah adalah dua orang paman rasulullah yang akhirya dari kedua paman inilah Rosul mendapakatkan pembela dari misi dakwah beliau, 

Pertama Abu Thalib , meski belum mau menerima ajaran Islam, namun inilah palang pintu utama rasulullah dalam menghadapi intimidasi kaum quraisy. 
Kedua , Hamzah bin Abdul Mutholib, selain telah menerima ajaran Islam , beliau inilah yang menjadi palang pintu kedua rasulullah dalam menghadapi intimidasi dari Abu Jahl dan Abu Lahab.


b) Dakwah dengan memamfaatkan momentum dan media yang umum ( dakwah ‘ammah ). 

Media–media umum yang bisa dipergunakan untuk dakwah tak luput dari perhatian rasulullah dalam menegakkan dakwah risalah. berhajinya orang-orang kaum quraisy yang masih mengikuti sisi-sial millah nabi ibrahim oleh rasulullah dijadikan media untuk dakwah, hingga berhasil bergabung dalam barisan dakwah beliau 12 orang dari suku Aus dan Khazroj dari Madinah pada musim haji. 

Pada musim haji berikutnya , 12 orang ini membawa 70 orang dari Madinah yang bersedia masuk Islam dan setia membela rasul dalam perjuangan dakwahnya. Di dalam sejarah Peristiwa inilah disebut dengan Ba’aitul aqobah pertama dan Ba’aitul aqobah kedua.


c) Dakwah dengan mengirim utusan atau surat menyurat

Dalam dakwahnya Rosulullah memanfaatkan ekspedisi surat menyurat, beliau memang ummy, akan tetapi kecerdasan beliau tidak pernah menghalangi takdir ke-ummy-an tersebut sebagai penghalang untuk berhenti mengajak kepada tauhid bagi orang-orang atau raja-raja yang jaraknya jauh dari beliau bertempat tinggal. 

Dengan memanfaatkan kepiawayan para sahabat dalam menulis, beliau memanfaatkan kepandaian para menulis sahabat dijadikan media untuk mengajak para orang atau raja yang letaknya jauh dari tempat tinggal beliau. 

Diantara para raja yang berhasil masuk Islam dengan media surat menyurat adalah raja Najasi di Habasyah ( Ethiophia – Afrika ). raja Najasyi memberikan sumbangsih kontribusi perjuangan dalam dakwah islam yang tidak kecil. 

Media pengiriman surat pada akhirnya dikembangkan oleh orang-orang sepeninggal beliau, baik dari kalangan shohabat ataupun para tabi'in dalam menyebarkan dakwah islam kesegenap penjuru dunia

Dari ketiga point di atas, itulah hal yang penting yang yang bisa dipaparkan lewat tulisan singkat ini, kalau membahas satu persatu dan secara rinci, tentunya tidak mungkin apabila dipaparkan pada kesempatan ini, hal tersebut dikarnakan terbatasnya waktu dan kesempatan. Namun yang paling penting bagaimana kita bisa meneladani strategi dakwah beliau , di era abad informasi ini, guna terus menggelorakan dakwah Islam di muka bumi ini.


BAB 4
PELETAKAN DASAR-DASAR PERADABAN ISLAM


Visi dan Misi yang dilakukan Rosul SAW dalam periode ini adalah pembinaan terhadap masyarakat Islam yang baru terbentuk. Pada tahapan ini Rosul menanamkan dasar-dasar kebudayaan Islam,sehingga dengan penanaman dasar-dasar Islam terwujudlah masyarakat yang Islami. 

Prinsip Dasar-dasar yang ditanamkan beliau adalah Al-Quran dan Hadits yang di dalamnya terdapat nilai dan norma yang mengatur manusia dan masyarakat.

Masjid adalah tempat pertama kali dibangun oleh Rosul. Selain sebagi tempat ibadah, masjid juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk menuntut ilmu, membahas permasalah dan lain sebagainya.

Nabi Muhammad SAW selain sebagai Nabi dan Rasul, beliau juga merupakan ahli politik. Sehingga tidak ada dari pihak luar yang berani menyerang, hal itu dikarnakan kecerdasan Rosul dalam berpolitik dengan orang non-muslim.

Bangsa Arab Sebelum Islam 


Bangsa arab merupakan bangsa yang keadaan alamnya sangat tandus dan kering, karena sebagian besar permukantanahnya terdiri dari pasir. hanya bagian tertentu saja yang memilik air dan air tersebut mengalir sampai ke laut.

Bangsa Arab adalah keturunan dari pada Smit, yaitu keturunan Sam ibn Nuh, negara yang masih serumpun dengan bangsa arab adalah Babilonia, Kaldea, Asyuria, Ibrani, Phunisia, dan Habsyi. Para sejarawan Arab nilai bahwa bangsa Arab terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Arab Baidah dan Arab Baqiyah. Ke dua bangsa tersebut sudah ada jauh sebelum Islam lahir.

Jauh-jauh hari sebelum islam datang, masyarakat Arab sudah membentuk komonitas dengan adanya kabilah-kabilah, hal ini dilakukan untuk menandai dari mana seseorang itu berasal, kabilah sendiri adalah organisasi keluarga besar yang terikat oleh pertalian darah antara anggota(nasab}. 

Didalam Sebuah kabilah ada seorang pemimpinnya, dan pemimpin kabilah disebut syaikh al-qabilah, pemilihan ketua kabilah dilakukan oleh para anggota keluarga paling tua. dengan adanya kabilah inilah akhirnya Solidaritas kesukuan atau ashabiyah qabiliyah dalam kehidupan masyarakat Arab sangat kuat.

Zaman jahiliah adalah zaman pra islam. Zaman ini dibagi menjadi dua yaitu zaman jahiliah pertama dan zaman jahiliah kedua. Zaman jahiliah pertama tidak dapat diketahui sejarahnya tetapi zaman jahiliah kedua dapat diketahui dengan jelas. 

Pada zaman jahiliah inilah masyarakat Arab sudah mengetahui ilmu pengetahuan dan sedikit Madani, akan tetapi, dikarenakan kemerosotan moral yang terjadi pada masa itu, maka predikat jahiliah diberikan kepadanya.
  
Dalam masa-masa jahiliyah dan perkabilahan di arab pada masa itu, sejarah mencatat ada Beberapa kabilah yang pernah menguasai mekah antara lain Amaliqah, Jurhum. Khiza’ah, dan Quraisy. Dan pada akhirnya Quraisy merebut kekuasaan dari Khiza’ah dibawah pimpinan Qushai dan akhirnya Qushai mendirikan dar al-nadwah untuk tempat musyawarah bagi penduduk Mekah kala itu. 

Selain itu, Ia juga mengatur urusan-urusan Ka’bah dengan membentuk al-siqayah, al-rifadah, al-liwa, dan al-hijabah. Dari keempat badan koordinasi ini semua dipegang oleh anak cucu Qushai sampai pada Abd al-Muthallib,yaitu kakek Rosulullah SAW. 

Pada masa itu, Sebagian besar bangsa Arab jahiliah adalah penyembah berhala, hanya sebagian kecil saja yang beragama nasrani ataupun yahudi. Setiap kabilah memiliki patumg sendiri. Sehingga di pinggir Di Ka’bah terdapat patung yang jumlahnya 360 patung. 

Hanya saja Ada empat patung yang terkenal yaitu Lata, Uzza, Manah, dan Hubal. Keempat patung ini adalah milik kabilah Quraisy. Sebenernya mereka percaya kepada Allah sebagai pencipta, pengatur dan penguasa alam semesta. 

Tetapi, mereka mengingkari kehidupan sesudah mati. Keyakinan Mereka dalam menyembah patung tersebut adalah hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kepercayaan kepada Allah adalah sisa ajaran Ibrahim As. selain kabilah di atas, Adapula kabibilah yang menyembah binatang atau disebut dengan golongan Shabiah.

Muhammad Saw Sebelum Kenabian.


Rosulullah SAW terlahir dari kalangan bangsawan Quraisy. Beliau termasuk dalam keturunan Ismail as. Keluarga nabi Muhammad termasuk dalam salah satu penguasa Ka’bah. Rosulullah lahir dalam keadaan yatim. 

Kehidupan Beliau pada waktu kecil sangat sengsara. Sampai dia diasuh oleh Abu Thalib, dia sangat menyayangi Muhammad, dia pergi kemana pun Muhammad selalu diajak.  Pada saat Muhammad berusia 15 tahun terjadi perang fajar atau pendurhakaan.

Muhammad pada waktu itu ikut memunguti anak panah pamannya. Perang ini mengahasilkan kesepakatan persyarikatan disebut hilf al-fudlul yaitu sumpah utama. Tujuannya yaitu memberi perlindungan kepada orang yang teraniaya di kota Mekah.

Muhammad pada usia 24 tahun berdagang ke Syria. karena kepandaian Muhammad menarik pembeli dan juga mempunyai akhlak yang mulia Khadijah jatuh cinta kepadanya. Dan akhirnya menikah Muhammad berusia 25 tahun dan khadijah 40 tahun.

Diangkat Menjadi Rosul


Pada 17 Ramadlan tahun 13 sebelum hijrah, Muhammad mendapat wahyu dari Allah SWT melalui Jibril. beliau mendapatkan wahyu yang pertama yaitu surat al-Alaq. Penobatan Muhammad menjadi Rosulullah ditandai dengan turunnya wahyu kedua yaitu Surat al-Mudatstsir.

Mendakwahkan Islam dan Reaksi Quraisy 


Orang yang pertama kali menyatakan beriman adalah Khadijah, Ali ibn Abi Thalib dan Abu Bakar. dan akhirnya oleh para sahabat nabi Muhammad. pada priode Mekah dakwah nabi Muhammad ditempuh dengan tiga tahap yaitu dakwah dengan diam-diam, dakwah semi terbuka, dan yang terakhir yaitu dakwah terbuka.
       
Menurut pendapat imam Syalabi ada lima faktor penyabab orang Quraisy menentang dakwah Rosulullah, yaitu:

1.         Persaingan pengaruh dan kekuasaan.
2.         Persamaan derajat.
3.         Takut dibangkitkan setelah mati.
4.         Taklid kepada nenek moyang.
5.         Perniagaan patung.

Orang-orang Yatsrib masuk Islam


Sudah menjadi kebiasaan Rosulullah setiap musim haji mengunjungi kemah-kemah haji untuk melakukan dakwah. oleh karena hal itulah banyak orang-orang yang terkamuka di Yastrib mulai tertarik pada ajakan Rosulullah akan ketauhidan. 

Mereka pun berikrar tidak menyekutukan Tuhan, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membumuh anak-anak, tidak memfitnah, dan tidak mendurhakai Muhammad SAW. 

Peristiwa ini dikenal dengan Baiah al-Aqabah al-Ula(Baiat Aqabah Pertama). Dan pada beberapa saat kemudian terjadi Baiah Aqabah kedua (Baiah al-Aqabah al-Tsaniyah).

Hijrah ke Yastrib


Ketika dakwah Rosul mulai menyebar di sebagian wilayah makkah, Kehidupan Rosulullah selalu diultimatum oleh kaum Quraisy. Sebagai kepala pimpinan dari orang-orang yang mulai memeluk islam,maka Rosulullah meminta para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib. 

Akan tetapi Rosulullah sendiri baru berangkat ke Yatsrib selah sebagian besar kaum muslimin sudah pergi ke Yatsrib. Sejak kedatangan Rosulullah ke Yatsrib, akhirnya nama yatsrib berubah nama menjadi Madinah al-Rasul atau al-Madinah al-Munawwarah, dan disanalah Rosulullah membangun masjid.

Pembinaan Masyarakat dan Peletakan Dasar-dasar Kebudayaan Islam.


Tugas utama Rosulullah adalah membimbing masyarakat Madinah yang baru terbentuk, dari Rosulullah membangun Masjid Nabawi, dan pembentukan karakter yang langsung dipandu oleh Rosulullah dan para sahabatnya, Rosul dan para sahabatnya mengajarkan kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. 

Dalam bidang perpolitikan, Rosulullah mengadakan perjanjian dengan penduduk non muslim yang ada Madinah, dalam perjanjian ini ditetapkan hak kemerdekaan memeluk agamanya masing-masing. dengan perjanjian ini kota Madinah menjadi Madinahal-Haram yang artinya yang sebenarnya. 

Asas-asas mayarakat Islam yang diletakkan Rosulullah di Kota Madinah antara lain al-ikha (persaudaraan), al-musawah (persamaan), al-tasamuh (toleransi), al-tasyawur (musyawarah), al-ta’awun (tolong menolong) dan al-adalah (keadilan).


Memelihara dan Mempertahankan Masyarakat Islam.  


Setelah begitu banyak orang yang percaya kepada Rosulullah kekuatan Islam mulai diperhitungkan. Kekuatan yang nyata memusui Islam, yaitu orang-orang Yahudi, orang-orang munafik dan kafir Quraisy dengan sekutunya.

Rongrongann kaum Yahudi


Kaum Yahudi Madinah yaitu Bani Qainuqa, Bani Nadlir dan Bani Quraidhah. Kaum yahudi ini berusaha menghentikan perkembangan Islam yang begitu pesat dengan cara menipu, menghasut, memprovokasi dan cara-cara yang lain supaya mereka meninggalkan agamanya.

Rongrongan orang-orang munafik 


Orang-orang munafik sering kali mengaku beriman kepada Rasulullah, namun juga tidak jarang mereka menghalangi orang lain masuk Islam. Mereka juga mengadakan hubungan baik dengan kaum Yahudi untuk bersama-sama menghancurkan muslimin. 

Rongrongan kafir Quraisy dan sekitarnya. 


Pindahnya Rosulullah ke Madinah yang dikarnakan ultimatum orang kafir Quraisy, hal ini tidak menyurutkan kafir Quraisy untuk tetap memusuhi kaum muslimin. Sehingga Allah menurunkan ayat yang mengizinkan muslimin mengangkat senjata untuk melawan kafir Quraisy. 

Terjadi banyak peperanggan  antara kaum muslimin dangan kafir Quraisy, diantaranya perang badar, disebut perang badar karena kejadian peperangan ini terjadi di dekat sumur badar, ada juga perang Khandaq, disebut perang Khahad karena kaum muslimin menggunakan parit sebagai benteng pertahanan. 

Ada juga perang Ahzab, karena musuh yang menyerang Madinah terdiri dari golongan yang bersekutu. perang ini dituturkan dalam al-Qur’an surat ke-33 yang sesuai dengan nama perang ini, yaitu al-Ahzab.

Fase Perjuangan setelah Perang Ahzab


Pada bulan Dzu al-qa’dah 6 H Rosulullah dan sekitar 10.000 sahabatnya berangkat ke Mekah untuk menunaikan umrah dan haji. Mereka berangkat ke Mekah tanpa membawa senjata supaya tidak ada prasangka yang bukan-bukan dari kaum Quraisy. 

Akan tetapi, kaum Quraisy tetap bersikukuh tidak memperbolehkan muslimin masuk kota Mekah.

Rosulullah mengutus Utsman ibn Affan untuk menemui kaum Quraisy guna menyampaikan kedatangan mereka ke Mekah. Akan tetapi ada desas-desus bahwa Utsman ibn Affan dibunuh. 

Termakan oleh desas-desus tersebut Rosulullah mengadakan sumpah setia berperang sampai tercipta kemenangan, sumpah setia ini disebut baiah al-ridlwan. 

Sumpah setia ini menggetarkan kaum Quraisy dan mereka membebaskan Utsman dan mengutus Suhail ibn Amr al-Amiri untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. perjanjian ini dikenal dengan nama Hudaibiah yang pokoknya sebagai berikut:

Segala permusan antara kedua pihak dihentikan selama 10 tahun.
Setiap orang Quraisy yang dating kepada kaum muslimin tanpa seizing walinya harus ditolak dan dikembalikan.

Setiap arang Islam yang menyerahkan diri kepada pihak Quraisy tidak akan dikembalikan;

Setiap kabilah yang ingin bersekutu dengan kaum Quraisy maupun dengan kaum muslimin tidak boleh dihalang-halangi oleh salah satupihak yang membuat perjanjian ini.

Kaum Muslimin tidak boleh memasuki Mekah pada tahun ini, namun diberi kesempatan pada pada tahun berikutnya dengan sebuah syarat yaitu tidak membawa senjata, kecuali pedang dalam sarungnya dan tidak tinggal di Mekah lebih dari tiga hari. 

Dalam peristiwa ini Rosulullah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam berdiplomasi politik. Dalam Perjanjian ini kelihatannya merugikan orang-orang Muslimin, akan tetapi justru menguntungkan orang-orang Muslimin. 

Langkah Rosulullah adalah mengirimkan surat kepada kepala-kepala Negara disekitar jazirah Arab. Usaha Rosulullah mendapat banyak tantangan dan banyak mengakibatkan peperangan. Rosulullah tidak putus asa dan pada akhirnya berhasil.

Pada tahun 9 H para utusan kabilah-kabilah Arab datang menghadap Rasulullah menyatakan masuk Islam. Disusul oleh para utusun dari Yaman dan sekitarnya pada tahun 10 H. Oleh karena itu, tahun tersebut disebut tahun para utusan atau ‘am al wufud. Setelah Rasulullah berjuang kurang lebih 20 tahun, Islam mulai merata di jazirah Arab. 

Bangsa Arab yang sebelumnya terpecah belah, kini mulai bersatu padu dibawah satu komando yaitu Rasulullah dan bernaung di bawah satu panji yaitu panji Islam.


Haji Wada’ dan Akhir Hayat Rosulullah


Pada tanggal 25 Dzu al-Qa’dah 10 H Rosulullah bersama 100.000 sahabatnya pergi dari Madinah ke Mekah untuk menunaikan haji. Tepat ditengah hari di Arafah, beliau meyampaikan pidato yang sangat penting, sehingga pidato tersebut dikenal dengan khuthbah al-wada’I atau pidato perpisahan. 

Pidato ini sangat penting karena berkaitan dengan hubungan antar manusia maupun manusia dengan penciptanya. Sekitar tiga bulan sesudah menunaikan ibadah haji, Rosulullah menderita demam beberapa hari. 

Beliau menunjuk Abu Bakar untuk menggantikannya mengimami shalat jamaah. pada hari senin 12 Rabiul Awwal 11 H bertepatan 8 juni 632 M Rosulullah menghembuskan nafas terakhir dalam usia 63 tahun.


PENUTUP
Kesimpulan


Pertumbuhan Islam tidak lepas dari peranan Rosulallah Muhammad S.A.W.  Beliau mengenalkan Agama Islam dengan segala cara, karena Islam memang agama yang mengatur segala sendi–sendi kehidupan, mulai dari moral, religious, kenegaraan, kebangsaan, sosial dan ekonomi dengan segala ketentuan Allah S.W.T

Begitu sulit dan berat tugas Nabi Muhammad untuk menanamkan dan menumbuhkan Islam pada zamannya, dengan pengorbanan luar biasa tanpa pamrih agar Islam menjadi suatu teladan, panduan dan rambu–rambu dalam kehidupan kita.

Tugas kitalah sebagai ummat nabi Muhammad meniru dan meneruskan langkah perjuangannya, sehingga kita bisa mendapatkan syafaat dan bisa berkumpul di surga-Nya kelak, Maka dari itu sebagai generasi muda Islam kita berkewajiban untuk mengahrgai perjuangan Rosulallah Muhammad S.A.W dengan cara mengamalkan ajarannya melalui ibadah kita.

Mungkin cukup sekian pembahasan makalah mengenai Sejarah Pertumbuhan Islam di Mekkah dan Madinnah. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua serta dapat membuka dan mengingatkan memori kita kembali betapa Agung Islam itu, dan lebih menghargainya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jika ada kekurangan kami mohon maaf. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah S.W.T
MAKALAH AWAL PERTUMBUHAN ISLAM

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments