6 Perkataan Kuburan dan Hikayat Tangisan Sahabat Utsman ra Ketika Mengingat Kuburan

HADITS KE TIGA BELAS

Perkataan Kuburan dan Kuburan Adalah Tempat Dimana Putus Segala Kenikmatan

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُصَلَّاهُ فَرَأَى نَاسًا يُكْثِرُونَ الْكَلَامَ فَقَالَ أَمَا إِنَّكُمْ لَوْ أَكْثَرْتُمْ ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ لَشَغَلَكُمْ عَمَّا أَرَى فَأَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ لَمْ يَأْتِ عَلَى الْقَبْرِ يَوْمٌ إِلَّا وَتَتَكَلَّمَ فِيهِ بِسِتِّ كَلِمَاتٍ فَتَقُولُ أَنَا بَيْتُ الْغُرْبَةِ وَأَنَا بَيْتُ الْوَحْدَةِ وَأَنَا بَيْتُ الْوَحْشَةِ وَأَنَا بَيْتُ التُّرَابِ وَأَنَا بَيْتُ الدُّودِ فَإِذَا دُفِنَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ قَالَ لَهُ الْقَبْرُ مَرْحَبًا وَأَهْلًا وَسَهْلًا أَمَا إِنَّكَ كُنْتَ لَأَحَبَّ مَنْ يَمْشِي عَلَى ظَهْرِي إِلَيَّ فَإِذًا اُوْلِيْتُكَ الْيَوْمَ وَصِرْتَ إِلَيَّ فَسَتَرَى صُنْعِي بِكَ فَيُوسَعُ لَهُ الْقَبْرُ مَدَّ بَصَرِهِ وَيُفْتَحُ لَهُ بَابٌ إِلَى الْجَنَّةِ وَإِذَا دُفِنَ الْعَبْدُ الْفَاجِرُ أَوْ الْكَافِرُ قَالَ لَهُ الْقَبْرُ لَا مَرْحَبًا وَلَا أَهْلًا وَلَاسَهْلًا أَمَا إِنَّكَ كُنْتَ لَأَبْغَضَ مَنْ يَمْشِي عَلَى ظَهْرِي إِلَيَّ فَإِذًا اُولِيتُكَ الْيَوْمَ وَصِرْتَ إِلَيَّ فَسَتَرَى صُنْعِي بِكَ فَيَلْتَئِمُ الْقَبْرُ عَلَيْهِ حَتَّى تَخْتَلِفَ أَضْلَاعُهُ قَالَ فَاَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَصَابِعِهِ فَأَدْخَلَ بَعْضَهَا فِي جَوْفِ بَعْضٍ ثُمَّ قَالَ فَيُقَيِّضُ اللَّهُ سَبْعِينَ تِنِّينًا لَوْ أَنَّ وَاحِدًا مِنْهَا نَفَخَ فِي الْأَرْضِ مَا أَنْبَتَتْ شَيْئًا مَا بَقِيَتْ الدُّنْيَا فَيَنْهَشُهُ وَيَخْدِشُهُ حَتَّى يُفْضَى بِهِ إِلَى الْحِسَابِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجِنَانِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النِّيْرَانِ .


Dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam memasuki tempat shalat beliau lalu beliau melihat orang-orang, mereka banyak berbicara, beliau bersabda: "Ingatlah! Sesungguhnya bila kalian banyak-banyak mengingat pemutus segala kenikmatan niscaya kalian tidak sempat melakukan apa yang aku lihat, karena itu perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yaitu kematian. Sesungguhnya tidaklah ada suatu hari berlalu bagi kubur melainkan ia berkata dengan enam kalimat; Aku adalah rumah keterasingan. Aku adalah rumah kesendirian. Aku adalah rumah kesedihan. Aku adalah rumah tanah. Aku adalah rumah ulat. Apabila seorang hamba mukmin disemayamkan, kubur berkata kepadanya; Selamat datang, ingatlah bahwa sesungguhnya engkau adalah orang yang berjalan di atas punggungku yang paling aku sukai, karena saat ini aku diberi kuasa menanganimu dan engkau telah kembali kepadaku, engkau akan melihat apa yang akan aku lakukan ke padamu. Lalu kubur diluaskan baginya sejauh mata memandang dan dibukakan baginya pintu menuju surga. Dan apabila hamba keji atau kafir dikubur, kubur berkata padanya; Tidak ada selamat datang, ingatlah bahwa sesungguhnya engkau adalah orang yang melintas di atas punggungku yang paling aku benci, karena saat ini aku diberi kuasa menanganimu dan engkau telah kembali kepadaku, engkau akan melihat apa yang akan aku lakukan ke padamu. Lalu kubur menghimpitnya hingga tulang tulangnya melesat tidak karu-karuan”.


Abu Sa’id berkata; Rasulullah memperagakan dengan memasukkan sebagian jari-jemarinya ke sebagian yang lain. kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda; "Allah menyiapkan tujuhpuluh ular besar untuknya, seandainya satu diantaranya menghembus di bumi nicaya bumi tidak akan menumbuhkan suatu apapun selama dunia masih ada, lalu ular itu mengigit dan merobek-robeknya hingga ia di datangkan ke penghisaban".


Abu Sa'id berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; "Sesungguhnya kubur adalah salah satu taman dari taman-taman surga atau salah satu jurang dari jurang-jurang neraka”.
Semasa Hidup Sebagai Tukang Penipu, Ketika Mati Masih Bisa Menipu Malaikat 

HIKAYAT

Tangisan Sahabat Utsman Ketika Mengingat Kuburan

KiatJitu.com - Dari Abu Bakar Al Isma’ily dengan sanadnya dari ‘Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu; Apabila sampai kepada sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu tentang sifat neraka dia tidak menangis, dan apabila sampai kepadanya tentang sifat hari kiamat dia juga tidak menangis, namun apabila sampai kepadanya tentang sifat kubur di akan menangis,

Lalu ditanyakan kepadanya; Apa maksudnya ini wahai Amirul Mukminin?

Dia menjawab; Sesungguhnya apabila aku berada dalam neraka, aku akan bersama dengan orang-orang dan apabila aku berada di hari kiamat, akupun akan bersama dengan orang-orang, namun apabila aku berada dalam kubur, aku akan sendirian, tidak seorangpun yang bersama denganku sementara kunci kubur ada pada malaikat Isrofil ‘alaihissalam dan dia akan membukanya kelak pada hari kiamat.


Dan sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu berkata; Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai penjara, maka kubur akan menjadi surga baginya. Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai surga, maka kubur akan menjadi penjara baginya. Barangsiapa yang menjadikan kehidupan dunia sebagai tali, maka kematian akan melepasnya. Barangsiapa yang meninggalkan bagiannya di dunia, maka ia akan menemukan bagiannya di akhirat.


Dan sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu berkata; Sebaik-baik manusia adalah orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, ia ridla kepada Tuhannya sebelum bertemu dengan-Nya dan ia memakmurkan kuburnya sebelum memasukinya.

Rahasia Sholat dan Kisah Taubatnya Fudlail bin ‘Iyad

Dilansir dari Kitab Usfuriyah

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments