3 Etika Penting Bagi Seorang Murid Dalam Menuntut Ilmu

Kesuksesan Murid Tergantung Dari Etika Murid

KiatJitu.com - Menjadi seorang murid yang sudah pastinya menginginkan kesuksesan hidup, baik di dunia dan akhirat harus memiliki prinsip yang kuat dalam hatinya sehingga dengan prinsip tersebut seorang murid tidak mudah goyah dalam pengembaraannya dalam mencari ilmu.


Di samping memiliki prinsip yang kuat dalam pengembaraannya mencari ilmu, seorang murid dituntut memilik adab atau tatakrama dalam pengembaraannya, hal ini diharapkan agar supaya ilmu yang didapat betul-betul bisa bermanfaat bagi dirinya dan juga bagi orang lain selepas pengembaraannya dari mencari ilmu.

Menuju Allah Dengan Sholat Jum'at dan Sholat Rowatib (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)
Ada tiga etika yang harus melekat pada diri seorang murid di dalam pengembaraannya mencari ilmu yang bermanfaat.


Apa Saja 3 Etika Bagi Seorang Murid tersebut?

Pertama, Etika Murid Terhadap Dirinya Sendiri

Seorang murid yang sedang menuntut ilmu hendaknya memiliki etika terhadap dirinya sendiri sebagai bentuk keseriusan dalam menuntut ilmu. Etika yang harus dimiliki seorang murid diantaranya adalah: 
  1. Tidak melihat atau menilai dirinya dengan penilaian yang istimewa dengan kata lain seorang murid harus meninggalkan sifat ujub terhadap dirinya sendiri, karna hal tersebut akan menghambat seorang murid mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
  2. Harus tawaddu' dan jujur terhadap orang lain, karena hal tersebut akan mendorong orang lain mencintai dirinya dan akan percaya terhadap apa yang diucapkannya
  3. Hendaknya seorang murid dalam ahwalnya (tingkah lakunya) selalu tenang, tidak gegabah. ketika berjalan hendaknya sang murid bisa memejamkan matanya dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh syara'
  4. Sang murid dituntut untuk percaya atas apa yang telah ditanamkan oleh sang guru, dan tidak boleh membantah apa yang seharusnya tidak berhak untuk dibantah. Hal ini dikarenakan ilmu sang murid masih kalah jauh dari ilmu sang guru
Menuju Allah dengan Cara Suci dan Lapar (Karya al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad)

Kedua, Etika Murid Terhadap Gurunya

Seorang murid yang betul-bentul menginginkan kemanfaatan ilmu yang diperolehnya maka adab atau etika yang harus dimilikinya terhadap seorang guru adalah:
  1. Sang murid harus meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa keutamaan seorang guru (dalam hal ini adalah guru agama) lebih utama dari pada keutamaan kedua orang tua, karena seorang guru yang mendidik ruh (hati) seorang murid sehingga hatinya jadi bersih dan benar dalam melangkah.
  2. Penuh sopan santun dan budi yang elok ketika berada di depan sang guru dan duduk dengan baik ketika menerima pelajaran dari sang guru dan juga mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap pengajaran yang disampaikan sang guru
  3. Sang murid janganlah bergurau ketika pelajaran sedang dimulai dan sang murid hendaknya tidak memuji-muji guru yang lain di depan soerang guru yang sedang memberi pelajaran, karena hal tersebut dikawatirkan menyinggung perasaan sang guru yang sedang mengajar dan mempunyai sangkaan bahwa sang murid sedang memperolok-olok dirinya
  4. Jangan sampai malu membuat sang murid enggan bertanya terhadap permasalahan-permasalahan yang masih belum dia ketahui
Keutamaan Hafal 40 Hadits Nabawiyyah

Ketiga, Etika Murid Terhadap Teman-temannya

Di dalam pengembaraannya mencari ilmu sebagai bekal dikemudian hari, seorang murid tidak boleh mengedepankan ego sentrisnya sendiri, dia harus sadar bahwa dia tidak sendirian dan dia harus berkumpul dengan orang banyak, dan dia harus sadar bahwa dirinya butuh terhadap orang-orang itu, siapakah orang-orang itu? mereka itu adalah teman-temannya yang sama-sama senasip seperjuangan dalam mencari ilmu pengentahuan. Dalam berkumpul dengan teman-temannya yang senasip seperjuangan, ada adab atau etika yang harus dimiliki seorang murid, yaitu:
  1. Seorang murid harus menghormati teman-temannya, baik itu yang pandai sampai yang bodoh, yang kaya atau yang miskin tanpa pandang bulu
  2. seorang murid jangan pernah menghina salah seorang dari teman-temannya karna kekurangan yang dimilikinya
  3. sebagai seorang murid, hendaklah berlaku biasa saja terhadap teman-temannya, dengan tidak sombong, menampakkan kebolehannya di hadapan teman-temannya.
  4. Ketika ada seorang taman yang kebetulan otaknya agak lambat dalam mencerna pelajaran, seorang murid hendaknya jangan mengolok-oloknya.
  5. Apabila seorang guru menegur atau memarahi salah seorang murid yang lain karena susahnya memahami pelajaran, seorang murid sejati tidak akan pernah menampakkan kegembiraan ataupun menertawakan murid lain yang sedang di tegur atau dimarahi oleh guru, seorang murid sejati akan diam dan menampakkan seolah dia merasakan apa yang dirasakan oleh murid yang sedang di marahi oleh guru karna keterlambatan otaknya dalam mencerna pelajaran. karena dengan menertawakan salah seorang teman yang sedang dimarahi guru karena keterlambatan mencerna pelajaran, maka hal tersebut akan menimbulkan kebencian dan permusuhan bagi teman yang sedang dimarahi guru.
Itulah tiga etika yang haru dimiliki oleh seorang murid yang memang betul-betul menginginkan keberkahan dan kemanfaatan ilmunya kelak ketika telah pulang ke kampung halamannya.
"baca juga : 7 Adab Seorang Guru Dalam Menghasilkan Murid Teladan Sejati"

Artikel Terkait:

Silahkan berikan komentar Anda terkait dengan isi artikel di atas, komentar sopan dan tidak meninggalkan spam. Terima kasih

Disqus Comments

Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami clicking on more information